Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Seorang musisi muda yang dikenal dengan nama panggung D4vd kini menjadi sorotan publik setelah jaksa menuduhnya terlibat dalam pembunuhan mengerikan seorang remaja berusia 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez. Dugaan tersebut semakin kuat setelah penyelidikan mengungkap bahwa terdakwa membeli dua chainsaw dan sebuah body bag dalam waktu singkat sebelum kejadian.
Menurut dokumen pengadilan yang dirilis oleh pihak kejaksaan, D4vd (nama asli belum diungkap secara resmi) diduga membunuh Celeste Rivas dengan cara memenggal tubuhnya menggunakan chainsaw. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pembelian alat-alat tersebut tercatat di dua toko peralatan keras di wilayah Santa Barbara, California, tempat kejadian diperkirakan terjadi. Transaksi pembelian dilakukan dengan kartu kredit yang terdaftar atas nama D4vd, menandakan niat persiapan yang matang.
Rangkaian Pembelian Alat Pembunuhan
- Chainsaw pertama dibeli pada 12 Maret 2026 di toko Home Depot, Santa Barbara, dengan harga US$199.
- Chainsaw kedua dibeli dua hari kemudian, pada 14 Maret 2026, di toko Lowe's yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pertama.
- Body bag berkapasitas besar dibeli pada 15 Maret 2026 melalui platform e‑commerce, dengan pengiriman ke alamat apartemen D4vd di pusat kota.
Penelusuran bukti digital memperlihatkan bahwa D4vd mengirimkan pesan singkat kepada seorang teman dekatnya pada malam sebelum kejadian, menyiratkan adanya kekhawatiran mengenai “kesempatan” dan “menjaga citra”. Pesan tersebut kemudian menjadi kunci bagi penyidik dalam mengaitkan motif pembunuhan dengan upaya melindungi karier musiknya yang tengah bersinar.
Motif dan Latar Belakang Kasus
Jaksa menegaskan bahwa motif utama di balik pembunuhan ini adalah untuk melindungi reputasi D4vd yang baru saja mencetak hits di platform streaming internasional. Celeste Rivas, yang diketahui merupakan teman dekat D4vd, diduga memiliki informasi sensitif yang dapat merusak citra publik sang artis jika terungkap. Menurut keterangan saksi, terdapat perselisihan pribadi antara keduanya beberapa minggu sebelum tragedi.
Selain itu, saksi mata melaporkan bahwa pada malam 16 Maret 2026, terdengar suara bising yang tidak biasa di area apartemen D4vd, termasuk suara mesin yang mirip dengan chainsaw. Kejadian tersebut dilaporkan oleh tetangga yang kemudian menghubungi pihak berwajib. Penyelidikan lapangan menemukan bekas goresan pada pintu apartemen yang konsisten dengan penggunaan chainsaw.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Berita tentang kasus ini langsung menjadi viral di media sosial, dengan ribuan netizen mengomentari tindakan brutal tersebut. Tagar #D4vdMurder dan #CelesteRivas trending di Twitter dan Instagram dalam hitungan jam setelah publikasi tuduhan resmi. Banyak pengguna menuntut agar proses hukum berjalan cepat dan adil, sementara sebagian lain menyuarakan keraguan atas keakuratan bukti yang ada.
Para penggemar D4vd pun terbagi. Sebagian masih membela artis tersebut, menyebut bahwa tuduhan masih dalam tahap penyelidikan dan belum terbukti. Namun, kelompok lain menyerukan boikot terhadap semua karya musik D4vd hingga proses peradilan selesai.
Langkah Hukum Selanjutnya
Pihak kejaksaan telah mengajukan dakwaan pembunuhan berencana dan penyalahgunaan senjata. D4vd kini berada di penjara tahanan di Santa Barbara dengan jaminan yang masih diproses. Sidang pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026, di mana terdakwa akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaannya.
Jika terbukti bersalah, D4vd dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, mengingat beratnya kejahatan yang melibatkan penggunaan senjata tajam dan tindakan kekerasan ekstrem.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan brutal yang melibatkan selebritas muda di era digital, mengingatkan masyarakat bahwa popularitas tidak menjamin kebebasan dari hukum. Penyelidikan masih terus berlanjut, dan pihak berwenang menegaskan komitmen mereka untuk mengungkap semua fakta serta memastikan keadilan bagi keluarga Celeste Rivas.







