Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 di negara-negara anggota ASEAN menunjukkan perbedaan signifikan pada tahun 2026. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, tarif pajak, serta fluktuasi pasar global.
| Negara | Harga per Liter (Mata Uang Lokal) | Harga per Liter (USD) |
|---|---|---|
| Indonesia | Rp 13.500 | $0.90 |
| Malaysia | RM 2.30 | $0.52 |
| Singapura | S$ 2.40 | $1.78 |
| Thailand | THB 35.00 | $0.98 |
| Vietnam | VND 25.000 | $1.09 |
| Filipina | PHP 66.00 | $1.20 |
| Brunei | BND 1.00 | $0.73 |
| Cambodia | KHR 4,500 | $1.12 |
| Laos | LAK 13,500 | $0.87 |
| Myanmar | MMK 1,500 | $0.80 |
Berikut rangkuman singkat:
- Paling mahal: Singapura dengan harga sekitar USD 1,78 per liter.
- Paling murah: Malaysia dengan harga sekitar USD 0,52 per liter.
Faktor utama yang menyebabkan perbedaan harga meliputi:
- Subsidi pemerintah, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Brunei yang menurunkan harga konsumen.
- Pajak lingkungan dan cukai bahan bakar yang lebih tinggi di negara-negara seperti Singapura dan Filipina.
- Kurs mata uang yang berfluktuasi, mempengaruhi konversi harga ke dolar Amerika.
- Kebijakan energi nasional yang mendorong transisi ke energi terbarukan, sehingga beberapa negara menyesuaikan tarif BBM.
Dengan tren kenaikan harga energi global, konsumen di wilayah ASEAN diharapkan akan terus memperhatikan kebijakan subsidi dan tarif pajak yang dapat mempengaruhi daya beli. Pemerintah masing‑masing negara juga tengah mengevaluasi strategi penetapan harga agar tetap dapat menyeimbangkan antara pendapatan negara dan kebutuhan masyarakat.




