IAEA Minta Terlibat Mengawasi Pelaksanaan Kesepakatan Nuklir AS-Iran
IAEA Minta Terlibat Mengawasi Pelaksanaan Kesepakatan Nuklir AS-Iran

IAEA Minta Terlibat Mengawasi Pelaksanaan Kesepakatan Nuklir AS-Iran

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan pentingnya peran lembaganya dalam mengawasi pelaksanaan kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Grossi meminta agar IAEA secara resmi dilibatkan dalam setiap tahapan verifikasi dan inspeksi yang terkait dengan perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Kesepakatan tersebut, yang semula ditandatangani pada tahun 2015, mengatur pembatasan program nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi oleh komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat. Pada tahun 2018, Presiden Amerika Serikat saat itu menarik diri dari JCPOA, memicu ketegangan baru dan menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan mekanisme pengawasan.

Grossi menyoroti bahwa tanpa keterlibatan IAEA secara penuh, tidak ada jaminan bahwa kedua belah pihak akan mematuhi komitmen yang telah disepakati. Ia menambahkan bahwa lembaganya siap menyediakan tim inspeksi, peralatan pemantauan, serta laporan berkala yang dapat diakses oleh semua pihak terkait.

  • Pengawasan teknis: inspeksi situs fasilitas nuklir, pengambilan sampel, dan penggunaan detektor radiasi.
  • Laporan transparan: publikasi hasil inspeksi secara periodik untuk meningkatkan kepercayaan internasional.
  • Koordinasi diplomatik: kerja sama dengan badan PBB lain serta pemerintah AS dan Iran untuk menyelaraskan prosedur.

Reaksi dari pemerintah Amerika Serikat belum resmi, namun pejabat terkait diperkirakan akan meninjau permintaan tersebut dalam konteks upaya meredakan ketegangan regional. Sementara itu, pihak Iran menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam mekanisme pengawasan yang dianggap adil dan tidak memihak.

Pengamat keamanan internasional menilai bahwa keterlibatan IAEA dapat menjadi faktor penentu dalam mengembalikan stabilitas kawasan Timur Tengah, sekaligus mengurangi risiko proliferasi senjata nuklir. Jika permintaan Grossi diterima, langkah selanjutnya meliputi penandatanganan protokol tambahan antara IAEA, AS, dan Iran.