Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi mengubah penamaan seluruh program studi yang selama ini menggunakan istilah “Teknik” menjadi “Rekayasa” mulai tahun ajaran 2025. Perubahan ini tercantum dalam Daftar Nama Program Studi Pendidikan Akademik dan Profesi yang terbaru.
Tujuan utama pergantian nama tersebut adalah menyelaraskan istilah akademik dengan standar internasional serta menekankan aspek inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia industri. Kata “Rekayasa” dipandang lebih mencerminkan proses perancangan, pengembangan, dan optimalisasi teknologi, bukan sekadar praktik teknis.
Berikut adalah contoh program studi yang mengalami perubahan nama:
| Program Lama | Program Baru |
|---|---|
| Teknik Sipil | Rekayasa Sipil |
| Teknik Elektro | Rekayasa Elektro |
| Teknik Mesin | Rekayasa Mesin |
| Teknik Kimia | Rekayasa Kimia |
| Teknik Komputer | Rekayasa Komputer |
| Teknik Lingkungan | Rekayasa Lingkungan |
| Teknik Industri | Rekayasa Industri |
| Teknik Telekomunikasi | Rekayasa Telekomunikasi |
Perubahan nama ini tidak mengubah kurikulum secara signifikan. Namun, universitas dan institusi pendidikan tinggi diwajibkan menyesuaikan dokumen resmi, brosur, dan sistem informasi akademik agar sesuai dengan nomenklatur baru. Mahasiswa yang masih terdaftar dalam program lama akan otomatis dialihkan ke program “Rekayasa” tanpa perlu mengajukan permohonan khusus.
Berbagai pihak merespons kebijakan ini dengan beragam pendapat. Sebagian akademisi menilai bahwa perubahan istilah dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar global, sementara sebagian lainnya mengkhawatirkan kebingungan administratif pada masa transisi.
Ke depannya, diharapkan nama “Rekayasa” dapat memperkuat citra pendidikan teknik Indonesia serta membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan institusi pendidikan dan perusahaan multinasional. Seluruh perguruan tinggi diharapkan dapat melaksanakan penyesuaian ini paling lambat akhir semester genap 2025.




