Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Pembelian bahan bakar bersubsidi Pertalite kini tidak dapat ditemukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah DKI Jakarta, Depok, dan Bogor. Perubahan status ini menimbulkan kebingungan bagi pengendara yang biasanya mengandalkan Pertalite sebagai pilihan ekonomis.
Berbagai faktor memicu penutupan penjualan Pertalite di SPBU tersebut, antara lain penyesuaian kebijakan subsidi pemerintah, penurunan volume penjualan, serta keputusan bisnis masing-masing operator. Akibatnya, pemilik kendaraan disarankan untuk memeriksa lokasi SPBU terdekat yang masih menyediakan Pertalite sebelum melakukan perjalanan.
Berikut ini adalah contoh daftar SPBU yang telah mengumumkan tidak lagi melayani penjualan Pertalite, lengkap dengan alamat dan status terkini:
| No | Nama SPBU | Alamat | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | SPBU Pertamina 01 | Jl. Jend. Sudirman No. 45, Jakarta Pusat | Berhenti menjual Pertalite sejak 1 April 2024 |
| 2 | SPBU Pertamina 12 | Jl. Raya Bogor Km 18, Depok | Berubah menjadi SPBU premium only |
| 3 | SPBU Pertamina 23 | Jl. Kebayoran Lama No. 12, Jakarta Selatan | Tidak lagi menyediakan Pertalite, tetap ada Premium |
| 4 | SPBU Pertamina 34 | Jl. Pahlawan No. 88, Jakarta Barat | Menutup penjualan Pertalite sejak Mei 2024 |
| 5 | SPBU Pertamina 45 | Jl. Raya Bogor No. 105, Bogor | Berhenti menjual Pertalite, tetap jual Solar |
| 6 | SPBU Pertamina 56 | Jl. Ciledug Raya No. 30, Tangerang | Beroperasi tanpa Pertalite |
| 7 | SPBU Pertamina 67 | Jl. Raya Ciputat No. 50, Depok | Menjual hanya Premium dan Solar |
| 8 | SPBU Pertamina 78 | Jl. MT Haryono No. 20, Jakarta Timur | Tidak lagi menjual Pertalite sejak Juni 2024 |
Pengendara yang membutuhkan Pertalite dapat mencari SPBU lain yang masih menyediakan jenis bahan bakar tersebut. Sebaiknya gunakan aplikasi peta atau layanan daring yang menampilkan informasi harga dan ketersediaan BBM secara real‑time.
Selain itu, konsumen juga disarankan untuk memperhatikan perubahan harga BBM bersubsidi yang dapat memengaruhi pilihan bahan bakar. Pemerintah terus memantau distribusi subsidi, sehingga ketersediaan Pertalite dapat berubah sewaktu‑waktu.




