Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menyampaikan edukasi kesehatan melalui segmen Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram. Dalam postingan terbarunya, ia menanggapi beredar anggapan bahwa konsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan hipertensi.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan menkes:
- Daging kambing tidak secara otomatis menyebabkan kolesterol naik; faktor utama adalah cara pengolahan dan porsi konsumsi.
- Penggunaan bumbu dan minyak berlebih saat memasak dapat menambah asupan lemak jenuh, yang berpotensi mempengaruhi kadar kolesterol.
- Konsumsi daging kambing dalam takaran sedang (sekitar 100‑150 gram per porsi) dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, asalkan dipadukan dengan sayuran, buah, dan sumber karbohidrat kompleks.
- Penderita hipertensi disarankan untuk mengurangi garam dan menghindari cara memasak yang menambah natrium, seperti penggunaan saus atau kaldu tinggi garam.
Menkes menekankan pentingnya pendidikan gizi bagi masyarakat. Ia mengajak publik untuk lebih memperhatikan cara memasak, bukan semata‑mata menghindari jenis makanan tertentu. Konsumsi daging kambing secara bijak, bersama dengan variasi sumber protein lain seperti ikan, ayam, atau kacang‑kacangan, dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanpa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Selain itu, menkes juga mengingatkan agar masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar kolesterol, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko lain. Deteksi dini serta pengelolaan pola makan yang tepat tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan hipertensi dan penyakit jantung.




