Dampak Kenaikan Harga Pertamax Mulai Terasa Meski Tak Signifikan, Ini Hitungan CORE

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, yang diperkirakan akan mulai dirasakan oleh masyarakat pada bulan Juni 2026. Meskipun persentase kenaikannya relatif kecil, dampaknya dapat menambah tekanan inflasi dan memengaruhi beberapa sektor ekonomi.

Berikut rangkuman analisis dampak kenaikan harga Pertamax dan metode perhitungan yang disebut CORE (Cost of Operating and Revenue Effect).

Ringkasan Kenaikan Harga

  • Harga eceran Pertamax naik sekitar 250 rupiah per liter dibandingkan periode sebelumnya.
  • Kenaikan ini diikuti oleh peningkatan tarif BBM non-subsidi lainnya, seperti Pertalite dan Solar.
  • Target inflasi akibat kenaikan BBM diproyeksikan berada pada kisaran 0,3‑0,4 persen pada Juni 2026.

Metode CORE

CORE merupakan pendekatan yang menghitung beban biaya operasional akibat perubahan harga BBM serta efeknya terhadap pendapatan sektor terkait. Komponen utama dalam perhitungan meliputi:

Komponen Deskripsi
Harga BBM Kenaikan tarif per liter.
Volume Konsumsi Rata‑rata liter yang digunakan per kendaraan atau industri.
Margin Operasional Selisih antara biaya bahan bakar dan pendapatan yang dihasilkan.
Indeks Inflasi Pengaruh kenaikan BBM terhadap tingkat inflasi umum.

Dengan mengalikan kenaikan harga per liter dengan volume konsumsi dan menyesuaikan margin operasional, CORE menghasilkan estimasi tambahan biaya yang harus ditanggung oleh konsumen dan pelaku usaha.

Kelompok yang Paling Terkena Dampak

  • Pengemudi pribadi: Penggunaan harian meningkat biaya transportasi pribadi sekitar 2‑3 persen.
  • Transportasi umum: Bus dan angkutan kota harus menyesuaikan tarif atau menanggung selisih biaya, yang dapat memengaruhi tarif tiket.
  • Industri logistik: Peningkatan biaya bahan bakar mengurangi margin keuntungan, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan armada besar.
  • Petani dan sektor agrikultur: Kenaikan harga BBM menambah biaya operasional mesin pertanian.

Strategi Mitigasi

Pemerintah dan pelaku usaha dapat mempertimbangkan beberapa langkah untuk meredam dampak:

  1. Optimalisasi rute transportasi untuk mengurangi jarak tempuh.
  2. Peningkatan penggunaan kendaraan berbahan bakar alternatif atau listrik.
  3. Penyesuaian tarif secara bertahap pada layanan transportasi umum.
  4. Subsidi atau insentif khusus bagi sektor yang sangat sensitif terhadap harga BBM.

Secara keseluruhan, meski kenaikan harga Pertamax tidak terlalu signifikan, efek kumulatifnya akan terasa pada biaya hidup dan operasi bisnis. Pengawasan ketat terhadap inflasi dan kebijakan penyesuaian tarif menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.