Dapat Nomor Urut 2, Jona Usung Kolaborasi dan Persatuan di Munas Hipmi
Dapat Nomor Urut 2, Jona Usung Kolaborasi dan Persatuan di Munas Hipmi

Dapat Nomor Urut 2, Jona Usung Kolaborasi dan Persatuan di Munas Hipmi

Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Pada hari Jumat, 24 April 2026, proses pengundian nomor urut untuk kontestasi calon ketua umum BPP Hipmi selesai dilaksanakan di Jakarta. Dari hasil undian, Jona memperoleh nomor urut 2, sementara kandidat lainnya masing-masing mendapat nomor urut 1 dan 3. Pengundian ini menandai tahap akhir sebelum Munas (Muktamar Nasional) Hipmi dimulai, sekaligus menjadi momen penting bagi para kandidat untuk menegaskan arah komunikasi dan strategi kampanye mereka.

Jona menekankan bahwa nomor urut 2 bukan sekadar angka, melainkan simbol kesempatan untuk menggerakkan sinergi antar anggota Hipmi. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah dan persatuan dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks. Menurutnya, keberhasilan Hipmi tidak terletak pada persaingan pribadi, melainkan pada kemampuan bersama mengoptimalkan potensi sumber daya manusia, jaringan relawan, dan program keagamaan.

Beberapa poin utama yang ditekankan Jona meliputi:

  • Penguatan jaringan kerjasama antara cabang Hipmi di seluruh Indonesia melalui forum pertukaran best practice.
  • Program pemberdayaan ekonomi bagi anggota melalui pelatihan keterampilan, akses micro‑credit, dan kerjasama dengan lembaga keuangan syariah.
  • Pengembangan dakwah digital dengan memanfaatkan media sosial dan platform streaming untuk menjangkau generasi milenial.
  • Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi, termasuk pelaporan berkala dan audit independen.
  • Dialog antar‑umat untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan di tengah dinamika sosial‑politik nasional.

Selain Jona, dua kandidat lainnya juga menyampaikan visi mereka. Kandidat nomor urut 1 menekankan pentingnya reformasi struktural internal, sementara nomor urut 3 menyoroti peningkatan peran Hipmi dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. Persaingan yang sehat diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi organisasi.

Menjelang Munas Hipmi, para delegasi akan melakukan pertemuan intensif untuk mengevaluasi program kerja, mengkaji anggaran, serta menetapkan kebijakan strategis selama masa kepengurusan berikutnya. Semua pihak sepakat bahwa proses demokratis ini harus berjalan dengan jujur, terbuka, dan mengedepankan kepentingan kolektif.

Dengan nomor urut 2 di tangannya, Jona berharap dapat memfasilitasi kolaborasi lintas kandidat dan menggalang dukungan luas dari anggota Hipmi. Ia menutup pidatonya dengan ajakan: “Bersama kita bangun Hipmi yang lebih solid, inklusif, dan berdaya saing, demi kemajuan umat dan bangsa.”