Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Ketika mengunjungi pameran “Mata Hati Soekarno“, Presiden Megawati Soekarnoputri memberikan sorotan khusus pada rangkaian karya yang menampilkan sisi personal sang proklamator sekaligus menggarisbawahi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Pameran ini menampilkan lebih dari tiga puluh karya seni, mulai dari lukisan yang dibuat Soekarno saat masih berusia lima belas tahun hingga instalasi kontemporer berjudul “Supermemar”. Setiap karya dirancang untuk mengungkapkan pemikiran, harapan, dan tantangan yang dihadapi Soekarno dalam memimpin bangsa.
Berbagai jenis karya yang dipamerkan
- Lukisan Masa Kecil – Sebuah kanvas berwarna pastel yang menggambarkan rumah masa kecil Soekarno di Blitar, menekankan nilai kebersamaan keluarga.
- Sketsa Politik – Kumpulan gambar pensil yang menggambarkan momen-momen penting, seperti pertemuan dengan tokoh nasional dan kunjungan ke luar negeri.
- Fotografi Dokumenter – Foto-foto hitam‑putih yang diambil selama masa perjuangan, termasuk proklamasi 1945 dan konferensi Asia‑Afrika 1955.
- Patung “Semangat Merdeka” – Patung perunggu berdiri setinggi dua meter, menampilkan Soekarno dengan tangan terulur, melambangkan visi kebebasan.
- Instalasi “Supermemar” – Karya multimedia yang memadukan proyeksi video, suara orasi Soekarno, dan cahaya LED, mengekspresikan gejolak politik pada era 1960‑an.
Megawati menekankan pentingnya melihat sisi manusiawi Soekarno di balik peran politiknya. “Setiap lukisan atau instalasi bukan sekadar karya seni, melainkan cermin dari perasaan, kegelisahan, dan impian beliau untuk bangsa,” ujar beliau dalam percakapan singkat dengan kurator.
Kurator pameran, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa pemilihan karya berfokus pada narasi yang dapat menghubungkan generasi muda dengan sejarah. “Dengan menampilkan lukisan masa kecil hingga “Supermemar”, kami berharap pengunjung dapat merasakan kontinuitas perjuangan dan semangat inovasi,” jelasnya.
Pameran “Mata Hati Soekarno” akan dibuka untuk umum hingga akhir September dan diharapkan menjadi wadah edukasi bagi pelajar, peneliti, serta pecinta seni. Kehadiran Megawati memberi sinyal kuat bahwa pelestarian memori kepahlawanan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa.




