Darmo Lapor ke Prabowo: Satu Pembangkit PLN kembali Operasi, Kelistrikan Jawa Berangsur Stabil
Darmo Lapor ke Prabowo: Satu Pembangkit PLN kembali Operasi, Kelistrikan Jawa Berangsur Stabil

Darmo Lapor ke Prabowo: Satu Pembangkit PLN kembali Operasi, Kelistrikan Jawa Berangsur Stabil

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Jawa Barat – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa satu pembangkit listrik milik PLN yang sempat terganggu telah berhasil dipulihkan dan kini kembali tersinkronisasi ke jaringan listrik Jawa. Pemulihan ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan listrik di wilayah Jawa yang selama beberapa minggu terakhir mengalami pemadaman bergilir.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Johan Basri, dalam laporan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, menyatakan permohonan maaf atas gangguan listrik yang menimpa konsumen serta menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, pemulihan pembangkit tersebut merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi beban listrik yang tidak stabil.

  • Pembangkit yang dipulihkan berkapasitas signifikan dan kini beroperasi pada kapasitas penuh.
  • Sinkronisasi ke sistem Jawa meningkatkan cadangan energi sebesar sekitar 500 MW.
  • PLN akan terus melakukan perbaikan pada jaringan transmisi dan distribusi untuk mencegah pemadaman serupa.

Selain pemulihan pembangkit, PLN juga meluncurkan program inspeksi menyeluruh pada fasilitas produksi energi di seluruh Jawa. Program ini mencakup pemeriksaan rutin, peningkatan peralatan, serta pelatihan teknisi untuk mempercepat respons terhadap gangguan.

Pemerintah menilai stabilisasi listrik sebagai prioritas utama dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan memastikan kelancaran operasional industri serta rumah tangga. Dengan berkurangnya pemadaman, diharapkan produktivitas sektor usaha dapat pulih dan kepercayaan publik terhadap layanan kelistrikan meningkat.

Para pengamat energi menilai bahwa pemulihan satu pembangkit ini masih merupakan langkah awal. Mereka menekankan perlunya diversifikasi sumber energi, termasuk peningkatan kapasitas energi terbarukan, untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit konvensional.