Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada Jumat malam tanggal 19 Juni 2024, melakukan pertemuan langsung dengan sekelompok mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR. Pertemuan tersebut berlangsung di luar jam kerja resmi, menandakan keseriusan Dasco dalam menanggapi keluhan para demonstran.
Mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut kebijakan yang lebih transparan dan adil terkait harga bahan bakar minyak (BBM) serta program Mandiri Beli Gas (MBG). Kelompok tersebut menyoroti kenaikan harga BBM yang berdampak pada beban hidup masyarakat, serta menuntut percepatan distribusi gas LPG bagi rumah tangga berpenghasilan rendah melalui program MBG.
Dalam dialog tersebut, Dasco mendengarkan secara seksama aspirasi yang disampaikan, antara lain:
- Permintaan penurunan harga BBM secara bertahap tanpa mengorbankan subsidi bagi lapisan masyarakat paling rentan.
- Penegakan mekanisme kontrol harga yang melibatkan badan independen untuk mencegah praktik monopoli.
- Penguatan program MBG dengan memperluas jaringan distribusi dan memastikan ketersediaan tabung gas di wilayah terpencil.
- Peningkatan transparansi dalam alokasi anggaran subsidi energi.
Setelah mendengar semua poin, Dasco menegaskan komitmennya untuk menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada komisi terkait di DPR, khususnya Komisi V yang membidangi energi dan sumber daya mineral. Ia juga berjanji akan mengusulkan pembentukan tim kerja khusus yang melibatkan perwakilan pemerintah, sektor industri, dan organisasi mahasiswa untuk merumuskan kebijakan yang lebih responsif.
Mahasiswa yang hadir menyatakan apresiasi atas kesempatan dialog langsung dengan wakil ketua DPR. Mereka menekankan bahwa selain penurunan harga, diperlukan kebijakan jangka panjang yang menjamin ketersediaan energi terjangkau dan berkelanjutan.
Acara tersebut berakhir dengan kesepakatan untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan dalam dua minggu ke depan, guna meninjau progres rekomendasi yang telah disepakati. Dasco menutup pertemuan dengan harapan bahwa sinergi antara legislatif, eksekutif, dan elemen masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan energi nasional.




