Demi Stabilitas Anggaran, Ekonom Nilai Penyesuaian Frekuensi Pemberian MBG Lebih Aman Daripada Ubah Total Program
Demi Stabilitas Anggaran, Ekonom Nilai Penyesuaian Frekuensi Pemberian MBG Lebih Aman Daripada Ubah Total Program

Demi Stabilitas Anggaran, Ekonom Nilai Penyesuaian Frekuensi Pemberian MBG Lebih Aman Daripada Ubah Total Program

Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Jakarta – Dalam upaya menjaga kestabilan fiskal pemerintah, ekonom dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono, mengusulkan penyesuaian frekuensi distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) daripada melakukan perubahan total pada skema program.

Program MBG, yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak di wilayah miskin, selama ini dilaksanakan secara rutin setiap minggu di sekolah dasar dan puskesmas. Namun, tekanan anggaran pada tahun anggaran 2024 memaksa pemerintah untuk meninjau kembali komitmen belanja sosial.

Alasan utama penyesuaian frekuensi

  • Stabilitas anggaran: Mengurangi frekuensi mengurangi total pengeluaran secara langsung, memungkinkan alokasi dana untuk prioritas lain.
  • Kontinuitas manfaat: Anak-anak tetap menerima asupan gizi secara periodik, walaupun tidak seintensif sebelumnya.
  • Efisiensi operasional: Logistik distribusi dapat disederhanakan, mengurangi biaya transportasi dan penyimpanan.

Riandy menambahkan bahwa penyesuaian frekuensi harus disertai dengan monitoring ketat untuk memastikan tidak terjadi penurunan kualitas gizi pada penerima manfaat. Pemerintah juga disarankan untuk meningkatkan koordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Jika strategi ini diadopsi, diperkirakan anggaran MBG dapat berkurang hingga 15-20 persen, memberikan ruang bagi program sosial lainnya seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi energi.

Namun, beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa penurunan frekuensi dapat berdampak pada kebiasaan makan anak-anak dan menurunkan motivasi sekolah. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi yang jelas dan menyediakan alternatif nutrisi lain, seperti paket makanan tambahan pada hari-hari tertentu.

Secara keseluruhan, penyesuaian frekuensi pemberian MBG dipandang sebagai langkah pragmatis yang menyeimbangkan antara kebutuhan gizi masyarakat miskin dan keterbatasan fiskal negara.