Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Pada sore hari tanggal 15 April 2024, sebuah insiden menegangkan terjadi di lintasan kereta komuter (KRL) Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik bermerk Green SM yang melaju melawan arah jalur kereta hampir menabrak KRL yang sedang melaju dengan kecepatan standar. Kejadian ini terekam jelas dalam ingatan sopir taksi, yang akhirnya memutuskan melompat keluar dari jendela kendaraan untuk menghindari tabrakan.
Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan:
- 07:12 WIB – KRL jalur Bekasi Timur bersiap berangkat dari stasiun Jaka‑Satria. Kereta dalam kondisi siap, mesin utama beroperasi normal.
- 07:13 WIB – Taksi listrik Green SM berwarna hijau melaju dari arah timur menuju jalur kereta dengan kecepatan tinggi, namun mesin kendaraan tiba‑tiba mati.
- 07:13:30 WIB – Tanpa daya, taksi tidak dapat mengendalikan kecepatannya dan melaju lurus ke rel kereta yang sedang kosong.
- 07:13:45 WIB – Sopir taksi menyadari bahaya yang mendekat, ia berusaha menginjak rem tetapi tidak berpengaruh. Karena tidak ada ruang untuk menghindar, ia memutuskan melompat keluar melalui jendela samping kendaraan.
- 07:14 WIB – KRL melewati titik tabrakan dengan selamat, sementara taksi berhenti di rel akibat mesin yang mati. Petugas kepolisian dan tim SAR tiba di lokasi dalam hitungan menit.
Investigasi awal menunjukkan bahwa penyebab mesin taksi listrik mati secara mendadak adalah kegagalan sistem baterai yang belum terdeteksi pada inspeksi rutin. Pihak operator taksi Green SM mengaku akan meninjau kembali prosedur pengecekan baterai dan menambah frekuensi pemeliharaan.
Polisi Lalu Lintas setempat menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sopir taksi mengalami luka ringan pada lengan kiri akibat jatuh dari jendela. Ia kini berada di rumah sakit dengan perawatan observasi.
Insiden ini memicu perbincangan publik mengenai keamanan integrasi transportasi massal dengan kendaraan listrik pribadi di daerah padat penduduk. Ahli transportasi menyarankan peningkatan sistem peringatan dini di lintasan kereta serta penegakan standar teknis yang lebih ketat untuk kendaraan listrik yang melintasi area rel.
Pengguna KRL diminta tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan di sekitar rel. Pemerintah daerah Bekasi berjanji akan meningkatkan koordinasi antar‑instansi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.







