Demo "Indonesia Gawat Darurat" di DPR, Mahasiswa Kritik Makan Bergizi Gratis hingga Militer ke Ranah Sipil
Demo "Indonesia Gawat Darurat" di DPR, Mahasiswa Kritik Makan Bergizi Gratis hingga Militer ke Ranah Sipil

Demo “Indonesia Gawat Darurat” di DPR, Mahasiswa Kritik Makan Bergizi Gratis hingga Militer ke Ranah Sipil

Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi di dalam kompleks Gedung DPR pada Senin. Aksi tersebut dibungkus dengan slogan “Indonesia Gawat Darurat” sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang dianggap menggelincir, serta penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur peran militer dalam urusan sipil.

Para demonstran menyoroti kenaikan harga barang kebutuhan pokok, tingginya tingkat pengangguran, serta beban utang yang semakin menekan masyarakat. Dalam sambutan singkat, ketua panitia aksi menegaskan bahwa mahasiswa tidak dapat lagi diam menyaksikan kemerosotan ekonomi yang berdampak pada generasi muda.

Selain isu ekonomi, demonstrasi juga mengkritik program “Makan Bergizi Gratis” yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah. Mahasiswa menilai program tersebut bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah gizi secara struktural. Mereka menuntut adanya kebijakan jangka panjang yang menjamin akses pangan yang layak bagi semua lapisan masyarakat.

RUU militer sipil menjadi sorotan utama. Mahasiswa menolak upaya legislasi yang dianggap membuka peluang bagi militer untuk terlibat dalam urusan politik dan keamanan dalam negeri, yang mereka pandang bertentangan dengan prinsip demokrasi. Mereka menyerukan agar DPR menolak RUU tersebut dan mengedepankan kontrol sipil yang kuat.

  • Menuntut penurunan inflasi dan kebijakan harga stabil.
  • Meminta percepatan program kerja lapangan yang menurunkan angka pengangguran.
  • Menolak RUU militer sipil dan meminta revisi total.
  • Mengajukan kebijakan gizi berkelanjutan, bukan hanya bantuan gratis sementara.
  • Mengajak seluruh elemen bangsa untuk dialog konstruktif demi pemulihan ekonomi.

Demonstrasi berlangsung damai dan berakhir setelah pihak keamanan memberi izin. Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda Indonesia siap menuntut kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi darurat yang mereka rasakan.