Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dan mengajak masyarakat setempat untuk menjadikan nilai‑nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari‑hari. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program sosial pemerintah yang bertujuan memperkuat rasa kebangsaan dan solidaritas antarwarga.
Saifullah menekankan pentingnya lima sila Pancasila dalam membentuk perilaku positif, mulai dari menghormati keberagaman, menegakkan keadilan, hingga menjaga persatuan. Ia menuturkan bahwa penerapan nilai‑nilai tersebut tidak hanya terbatas pada upacara resmi, melainkan harus tercermin dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja.
Dalam sambutan singkatnya, Menteri Sosial menyampaikan contoh konkret penerapan Pancasila, antara lain:
- Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjunjung tinggi toleransi beragama dan menghormati kebebasan beribadah.
- Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Menolong sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu.
- Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Menjaga persatuan dengan menghargai perbedaan suku, budaya, dan bahasa.
- Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.
- Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Mengupayakan pemerataan kesejahteraan melalui program bantuan sosial.
Saifullah juga menyoroti peran aktif warga Ende dalam program-program pemerintah, seperti bantuan sembako, program kesehatan, dan pelatihan keterampilan. Ia berharap semangat gotong‑royong yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Ende dapat dipadukan dengan nilai‑nilai Pancasila untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Reaksi masyarakat setempat positif, dengan banyak warga yang menyatakan dukungan dan berjanji akan menerapkan nilai‑nilai tersebut dalam aktivitas harian mereka. Beberapa tokoh adat juga menegaskan pentingnya sinergi antara nilai tradisional lokal dan Pancasila demi kemajuan bersama.
Upaya ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, mengingat tantangan sosial‑ekonomi yang masih belum merata. Dengan menanamkan nilai‑nilai dasar negara dalam kehidupan rutin, diharapkan dapat memperkuat identitas kebangsaan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.




