Di Hari Buruh, Prabowo Janji Sejahterakan 6 Juta Nelayan Indonesia
Di Hari Buruh, Prabowo Janji Sejahterakan 6 Juta Nelayan Indonesia

Di Hari Buruh, Prabowo Janji Sejahterakan 6 Juta Nelayan Indonesia

Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Jumat, 1 Mei 2024, menjelang peringatan Hari Buruh, calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar 6 juta nelayan di seluruh Indonesia.

Dalam acara yang diadakan di Jakarta, Prabowo memperkenalkan program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan infrastruktur, akses pembiayaan, hingga pelatihan teknologi perikanan modern.

  • Infrastruktur: pembangunan pelabuhan kecil, fasilitas penyimpanan ikan bersuhu, serta jaringan listrik dan air bersih di daerah pesisir.
  • Pembiayaan: skema kredit lunak dengan bunga rendah bagi nelayan yang ingin memperluas armada atau mengadopsi kapal ramah lingkungan.
  • Pelatihan: program edukasi tentang budidaya ikan, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pemasaran hasil laut secara digital.

Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, inisiatif ini juga diharapkan dapat menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja di sektor perikanan, termasuk tenaga kerja di bidang pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil laut.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa program ini dapat mengurangi ketergantungan nelayan pada perantara, meningkatkan pendapatan bersih, serta menciptakan lapangan kerja baru di daerah terpencil. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya koordinasi lintas kementerian dan pengawasan yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kelompok nelayan di beberapa provinsi, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara, menyambut baik janji tersebut dan menuntut realisasi program secara cepat. Mereka menekankan pentingnya transparansi dalam penyaluran dana dan kejelasan mekanisme pelaksanaan.

Jika terlaksana, Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi sektor perikanan Indonesia, sekaligus memperkuat posisi pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di hari perayaan internasional ini.