Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Dalam sesi di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif bagi militer Indonesia untuk menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.
- Profesionalisme: Pelatihan intensif, pendidikan berkelanjutan, serta standar operasional yang ketat.
- Kepemimpinan Adaptif: Kemampuan mengintegrasikan teknologi baru seperti sistem pertahanan siber, drone, dan kecerdasan buatan dalam strategi.
- Karakter: Etika, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
Sjafrie menambahkan bahwa tantangan pertahanan di masa depan tidak hanya berupa konfrontasi militer tradisional, melainkan juga ancaman siber, perang informasi, dan perubahan iklim yang dapat memicu konflik sumber daya. Oleh karena itu, calon perwira harus dibekali dengan pemikiran kritis, kreativitas, serta kemampuan bekerja lintas bidang.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Seskoau akan memperkuat kurikulum dengan modul-modul tentang strategi multidomain, simulasi peperangan modern, serta pelatihan kepemimpinan situasional. Program ini diharapkan menghasilkan generasi pemimpin yang mampu mengelola sumber daya secara efisien dan berkoordinasi dengan unsur sipil serta lembaga internasional.
Penekanan pada kepemimpinan adaptif ini selaras dengan agenda reformasi pertahanan nasional yang menargetkan peningkatan kesiapan operasional serta modernisasi alutsista. Sjafrie menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara di era yang terus berubah.




