Di Ujung Data, Ada Manusia: Kisah Lansia di Balai RW Surabaya
Di Ujung Data, Ada Manusia: Kisah Lansia di Balai RW Surabaya

Di Ujung Data, Ada Manusia: Kisah Lansia di Balai RW Surabaya

Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Di sebuah balai Rukun Warga (RW) di kota Surabaya, seorang warga lanjut usia yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengurus berkas-berkas administratif menemukan bantuan melalui inisiatif berbasis data lokal. Program tersebut memanfaatkan data kependudukan dan teknologi sederhana untuk mempermudah proses pengajuan bantuan sosial, pembuatan KTP, serta akses layanan kesehatan.

Warga yang bersangkutan, berusia 73 tahun, mengaku selama bertahun‑tahun harus menempuh jarak jauh ke kantor kecamatan hanya untuk mengisi formulir manual. Dengan adanya sistem data terpusat di RW, petugas kini dapat memverifikasi identitasnya secara digital, mengurangi waktu tunggu hingga 70 persen.

Berikut tahapan layanan yang disederhanakan:

  • Pengumpulan data pribadi melalui formulir elektronik di balai RW.
  • Verifikasi otomatis menggunakan basis data kependudukan yang terhubung dengan Dinas Kependudukan.
  • Pencetakan dokumen resmi (KTP, KK) di tempat dengan bantuan printer digital.
  • Penyerahan bantuan sosial secara langsung atau melalui aplikasi pesan singkat.

Petugas RW menekankan pentingnya menempatkan manusia di balik data, sehingga teknologi tidak menjadi penghalang melainkan jembatan. “Data hanyalah alat. Yang utama adalah rasa empati dan kemauan untuk mendengar kebutuhan warga,” ujarnya.

Keberhasilan inisiatif ini memicu minat balai RW lain di Surabaya untuk mengadopsi model serupa. Diharapkan, dengan mengintegrasikan data publik secara tepat, layanan administratif dapat lebih inklusif, terutama bagi kelompok yang rentan seperti lansia.

Selain mempercepat proses birokrasi, pendekatan berbasis data juga membuka peluang edukasi digital bagi warga. Workshop singkat tentang penggunaan aplikasi mobile diadakan secara berkala, membantu warga memahami cara mengakses layanan daring secara mandiri.