Direktur Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan
Direktur Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Direktur Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Direktur Bank Jakarta menekankan bahwa optimalisasi keamanan siber kini menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan bank, seiring percepatan digitalisasi layanan keuangan yang meningkatkan eksposur terhadap ancaman siber.

Transformasi digital memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan melalui aplikasi mobile, internet banking, dan layanan berbasis cloud. Namun, kemudahan ini juga membuka celah bagi peretas yang menargetkan data sensitif, transaksi, dan infrastruktur teknologi informasi bank.

Berikut langkah-langkah utama yang diungkapkan oleh pihak bank untuk memperkuat pertahanan siber:

  • Investasi pada sistem keamanan berlapis, termasuk firewall generasi berikutnya, sistem deteksi intrusi (IDS), dan solusi enkripsi end‑to‑end.
  • Peningkatan kesadaran dan pelatihan rutin bagi seluruh karyawan mengenai praktik keamanan siber dan teknik rekayasa sosial.
  • Penerapan kerangka kerja keamanan internasional seperti ISO/IEC 27001 dan NIST Cybersecurity Framework.
  • Kolaborasi dengan regulator, asosiasi perbankan, serta perusahaan keamanan siber untuk pertukaran intelijen ancaman.
  • Uji penetrasi (penetration testing) dan simulasi serangan (red‑team exercise) secara periodik untuk mengidentifikasi kerentanan.

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada jenis serangan yang mengincar sektor perbankan di Indonesia:

Jenis Ancaman Pertumbuhan 2023‑2024 Strategi Mitigasi
Phishing dan Vishing +38 % Verifikasi ganda (2FA) dan edukasi nasabah
Malware Banking +24 % Endpoint protection dan pemantauan jaringan
Ransomware +15 % Backup terisolasi dan respon insiden cepat

Direktur menambahkan, selain teknologi, budaya keamanan harus ditanamkan dalam setiap proses operasional. Hal ini mencakup penilaian risiko rutin, audit keamanan internal, serta kebijakan tata kelola data yang ketat.

Dengan menempatkan keamanan siber sebagai inti strategi, Bank Jakarta berharap dapat meningkatkan kepercayaan nasabah, melindungi aset digital, dan mendukung pertumbuhan layanan keuangan yang inovatif dan aman.