Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Dinas Pariwisata Kota Jayapura menegaskan pentingnya peran serta masyarakat adat dalam menggerakkan sektor pariwisata daerah. Dalam sebuah pernyataan resmi, pejabat Dinas menekankan bahwa keberlanjutan objek wisata, terutama yang berada di wilayah tradisional, sangat bergantung pada partisipasi aktif suku-suku lokal.
Beberapa alasan utama yang diungkapkan antara lain:
- Pengetahuan tradisional masyarakat adat dapat memperkaya narasi wisata budaya.
- Keterlibatan mereka membantu melindungi lingkungan dan sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama.
- Kolaborasi membuka peluang penciptaan produk wisata berbasis kearifan lokal, seperti kerajinan tangan dan kuliner khas.
Pihak Dinas Pariwisata juga menyampaikan beberapa langkah konkret yang akan diupayakan bersama masyarakat adat, antara lain:
- Pengadaan forum dialog rutin untuk menyamakan visi pengembangan wisata.
- Pelatihan kapasitas bagi warga adat dalam manajemen destinasi dan pelayanan wisata.
- Pengembangan paket wisata yang menampilkan adat istiadat, upacara, dan cerita rakyat setempat.
- Pemberdayaan ekonomi melalui skema bagi hasil yang adil antara pemerintah daerah dan komunitas lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Jayapura, Pelaksana Tugas, menambahkan, “Kami ingin menjadikan pariwisata sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus sumber pendapatan bagi masyarakat adat. Tanpa dukungan mereka, upaya kami tidak akan mencapai tujuan jangka panjang.”
Para tokoh adat juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi, asalkan ada jaminan bahwa nilai-nilai budaya tidak akan terkomersialisasi secara berlebihan dan bahwa manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan Jayapura dapat memperkuat posisi sebagai destinasi wisata yang unik, menggabungkan keindahan alam Papua dengan kekayaan warisan budaya yang masih hidup.




