Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Menurut dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular di Siloam Hospitals, dr. Dicky Aligheri Wartono, nyeri dada yang terasa seperti ditusuk tajam dapat menjadi indikasi adanya robekan pada dinding aorta, kondisi medis yang dikenal sebagai aorta diseksi. Kondisi ini tergolong darurat karena dapat berujung pada perdarahan internal yang mengancam nyawa.
Robekan pada dinding aorta biasanya terjadi secara tiba‑tiba dan seringkali tidak disertai faktor risiko yang jelas. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan peluang terjadinya, antara lain hipertensi kronis, penyakit jaringan ikat, riwayat merokok, atau trauma pada dada.
Gejala utama yang harus diwaspadai
- Nyeri dada tajam, menusuk, atau terasa seperti ditusuk pisau.
- Nyeri yang menjalar ke punggung, leher, atau perut bagian atas.
- Rasa sakit yang intensitasnya berubah-ubah, sering kali paling kuat pada awalnya.
- Pusing, mual, atau muntah.
- Detak jantung tidak teratur atau tekanan darah sangat tinggi.
Jika gejala tersebut muncul secara mendadak, segera cari pertolongan medis. Penundaan penanganan dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi serius.
Proses diagnosis
Dokter akan melakukan anamnesis lengkap serta pemeriksaan fisik. Untuk menegakkan diagnosis aorta diseksi, biasanya diperlukan pemeriksaan pencitraan, antara lain:
- CT scan angiografi (CT‑angio) – memberikan gambaran detail tentang lokasi dan ukuran robekan.
- MRI angiografi – alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani CT scan.
- Transesofageal echocardiography (TEE) – berguna bila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke ruang radiologi.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu tim medis menentukan derajat keparahan dan rencana penanganan yang tepat.
Penanganan medis
Pengobatan aorta diseksi terbagi menjadi dua pendekatan utama, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan robekan:
- Terapi konservatif – meliputi pengendalian tekanan darah dengan obat antihipertensi, observasi ketat di unit perawatan intensif, serta monitoring rutin melalui pencitraan.
- Intervensi bedah – dilakukan bila robekan berada pada aorta descendens atau bila terdapat komplikasi seperti perdarahan masif. Operasi dapat berupa penggantian segmen aorta dengan prostesis atau pemasangan stent graft.
Pilihannya akan disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, usia, serta adanya penyakit penyerta.
Langkah pencegahan dan rekomendasi
Untuk menurunkan risiko terjadinya diseksi aorta, disarankan melakukan hal‑hal berikut:
- Menjaga tekanan darah dalam rentang normal melalui diet rendah garam, olahraga teratur, dan pengobatan bila diperlukan.
- Berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
- Mengontrol faktor risiko penyakit vaskular seperti kolesterol tinggi dan diabetes.
- Melakukan pemeriksaan medis rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau kondisi medis yang predisposisi terhadap kelainan aorta.
Kesadaran terhadap gejala nyeri dada yang tidak biasa dan penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa. Bila Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada tajam yang terasa seperti ditusuk, jangan ragu menghubungi layanan gawat darurat.




