Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Seorang dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember, Fuad Bahrul Ulum, sedang melakukan penelitian mendalam tentang kemampuan paku pohon (Cyatheaceae) sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terdapat pada tumbuhan paku pohon serta menilai efektivitasnya dalam mengatasi beberapa penyakit menular dan tidak menular.
Metode yang digunakan meliputi ekstraksi pelarut, uji aktivitas antimikroba, antiinflamasi, serta analisis kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa kimia. Hasil awal menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai agen farmakologis.
Berikut beberapa temuan penting dari penelitian ini:
- Aktivitas antimikroba: Ekstrak paku pohon menunjukkan inhibisi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi rendah.
- Efek antiinflamasi: Pada uji seluler, ekstrak mengurangi produksi mediator inflamasi seperti prostaglandin E2.
- Potensi antioksidan: Skor DPPH menunjukkan kemampuan penyerapan radikal bebas yang signifikan, yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Fuad menekankan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan endemik di wilayah Jawa Timur, sebagai basis inovasi farmasi. Ia berharap hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan obat herbal berbasis paku pohon yang ramah lingkungan dan berbiaya terjangkau.
Penelitian ini saat ini berada dalam tahap pra-klinis, dengan rencana kolaborasi bersama laboratorium farmasi di luar negeri untuk uji toksisitas dan uji klinis lebih lanjut. Jika berhasil, produk turunan paku pohon dapat menjadi alternatif terapeutik baru bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih mengandalkan obat tradisional.




