Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihahatul Wafiroh, menilai bahwa budidaya udang vaname memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan investasi untuk mengoptimalkan sektor ini.
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) dikenal karena pertumbuhannya yang cepat, toleransi terhadap berbagai kondisi lingkungan, dan nilai pasar yang tinggi. Karena itu, budidaya udang ini dianggap cocok untuk dikembangkan di wilayah perairan laut dan payau Kepri.
- Potensi produksi tahunan mencapai ratusan ribu ton, dengan nilai ekspor yang signifikan.
- Penciptaan lapangan kerja bagi petani lokal, nelayan, serta tenaga ahli di bidang akuakultur.
- Peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan royalti.
- Diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada sektor kelautan tradisional.
Untuk mewujudkan potensi tersebut, DPR RI mengusulkan beberapa langkah strategis:
- Penetapan zona khusus budidaya udang vaname dengan infrastruktur pendukung.
- Penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau bagi petani dan investor.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pendidikan.
- Pengembangan riset dan inovasi bersama lembaga penelitian dan universitas.
- Implementasi regulasi yang mempermudah perizinan dan melindungi lingkungan.
Berikut perkiraan data produksi dan nilai ekonomi yang dapat dicapai dalam lima tahun ke depan:
| Tahun | Produksi (ton) | Nilai Ekspor (USD) |
|---|---|---|
| 2024 | 80,000 | 120 juta |
| 2025 | 120,000 | 180 juta |
| 2026 | 170,000 | 255 juta |
| 2027 | 230,000 | 345 juta |
| 2028 | 300,000 | 450 juta |
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi yang terarah, serta partisipasi aktif semua pemangku kepentingan, budidaya udang vaname dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kepri.




