Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Ruang Sidang DPR RI pada Senin, 26 Juni 2024, menerima lebih dari 50 perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi terkait kebijakan pendidikan. Audiensi tersebut dipimpin oleh ketua Komisi III DPR, yang menanyakan tuntutan mahasiswa serta menampung aspirasi mereka.
Para mahasiswa menyoroti isu kenaikan biaya kuliah, beban administratif, serta kebebasan berorganisasi. Mereka menuntut transparansi alokasi anggaran pendidikan dan penghapusan kebijakan yang dianggap mengekang aktivitas kampus.
Di luar DPR, pegiat hak asasi manusia menegaskan pentingnya dialog konstruktif. Menurut pernyataan mereka, demonstran harus diajak berdiskusi, bukan dihadapi dengan sikap konfrontatif. Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang menghargai kebebasan bersuara.
Berikut rangkuman poin utama yang disampaikan dalam audiensi:
- Mahasiswa menuntut peninjauan kembali kenaikan biaya kuliah semester mendatang.
- Permintaan transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan beasiswa.
- Penolakan terhadap regulasi yang membatasi kebebasan berorganisasi di kampus.
Pegiat HAM menambahkan bahwa pemerintah dan DPR harus menciptakan ruang dialog yang aman, sehingga aspirasi mahasiswa dapat disalurkan secara efektif tanpa menimbulkan ketegangan.
Ke depan, DPR berjanji akan menindaklanjuti hasil audiensi dengan mengirimkan rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta mengadakan pertemuan lanjutan dengan perwakilan mahasiswa.




