Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam menanggulangi penyebaran hantavirus yang kini menjadi sorotan publik. Kekhawatiran masyarakat meningkat setelah sejumlah informasi mengenai virus tersebut beredar luas di media sosial, menimbulkan rasa panik serupa yang pernah terjadi pada masa pandemi Covid-19.
Hantavirus merupakan virus zoonotik yang dapat menular dari hewan pengerat ke manusia melalui partikel urin, tinja, atau air liur yang terkontaminasi. Gejala infeksi dapat beragam, mulai dari demam, nyeri otot, hingga komplikasi pernapasan berat yang berpotensi berakibat fatal bila tidak ditangani secara tepat.
Yudha Permana menekankan bahwa pemerintah harus mengadopsi strategi proaktif, antara lain:
- Meningkatkan surveilans kesehatan di wilayah rawan dan mengidentifikasi kasus secara cepat.
- Melakukan edukasi massal melalui media tradisional dan digital tentang cara pencegahan hantavirus.
- Memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan, kepolisian, dan lembaga terkait untuk menertibkan peredaran informasi yang tidak akurat.
- Menyediakan fasilitas diagnostik dan pengobatan yang memadai di rumah sakit daerah.
- Mengawasi pergerakan hewan pengerat di area publik serta melakukan sanitasi lingkungan secara rutin.
Selain itu, komisi tersebut menuntut transparansi data kasus serta laporan berkala kepada publik agar rasa takut tidak berkembang menjadi kepanikan yang tidak beralasan. Penekanan pada pendekatan berbasis bukti diharapkan dapat mencegah skenario terburuk yang pernah dialami Indonesia pada tahun 2020.
Para pengamat kesehatan menilai bahwa respons cepat dan terkoordinasi dapat meminimalisir dampak sosial‑ekonomi yang biasanya menyertai wabah penyakit menular. Dengan langkah yang tepat, diharapkan hantavirus tidak akan meniru pola penyebaran Covid-19 yang mengubah kehidupan sehari‑hari jutaan orang.




