Mengintip Kamar Masa Kecil Marsinah, Presiden Prabowo: Suatu Kehormatan Bagi Saya
Mengintip Kamar Masa Kecil Marsinah, Presiden Prabowo: Suatu Kehormatan Bagi Saya

Mengintip Kamar Masa Kecil Marsinah, Presiden Prabowo: Suatu Kehormatan Bagi Saya

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Museum Marsinah dan Rumah Singgah di desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu kemarin. Upacara peresmian tersebut menjadi momen penting dalam upaya memperingati perjuangan para buruh Indonesia, khususnya sosok Marsinah, yang dikenang sebagai simbol keberanian dan pengorbanan.

Dalam rangkaian acara, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormatnya dengan mengunjungi kamar tempat Marsinah menghabiskan masa kecilnya. Ia mengungkapkan, “Mengintip kamar masa kecil Marsinah merupakan suatu kehormatan bagi saya, karena ruang itu menyimpan jejak sejarah perjuangan yang menginspirasi generasi muda.”

Berikut rangkaian fasilitas yang ada di Museum Marsinah:

  • Kamar Kecil Marsinah: ruang asli yang dipertahankan dengan kondisi autentik, menampilkan perabotan sederhana dan foto-foto keluarga.
  • Galeri Sejarah Buruh: menampilkan foto, dokumen, dan artefak terkait gerakan buruh Indonesia sejak era 1970-an.
  • Ruang Interaktif: menyediakan media audio‑visual yang menggambarkan kisah Marsinah dan peristiwa penting dalam dunia ketenagakerjaan.
  • Rumah Singgah: tempat istirahat bagi aktivis, peneliti, atau pengunjung yang datang dari luar daerah.

Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta perwakilan serikat buruh. Mereka bersama-sama menekankan pentingnya melestarikan memori perjuangan para pekerja sebagai bagian dari identitas nasional.

Presiden Prabowo menutup kunjungan dengan harapan agar museum ini menjadi pusat edukasi yang dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Ia menegaskan, “Semoga generasi selanjutnya dapat belajar dari keberanian Marsinah dan meneruskan semangat keadilan bagi seluruh pekerja di Indonesia.”