Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | London, 10 Mei 2026 – Arsenal berhasil mengamankan tiga poin krusial melawan West Ham United dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga terakhir pekan ini di London Stadium. Namun, di balik euforia kemenangan, manajer Mikel Arteta mengakui adanya kesalahan taktis, sementara keputusan VAR yang kontroversial dan dua cedera pada pemain kunci menambah tekanan menjelang penentuan gelar Premier League.
Kesalahan Taktik yang Diakui Arteta
Setelah pertandingan usai, Arteta secara terbuka menyatakan bahwa ia membuat keputusan taktis yang tidak tepat pada menit-menit akhir. Ketika Ben White terpaksa turun akibat cedera pada menit ke-25, Arteta memilih untuk menukar pemain tengah Declan Rice ke posisi bek kanan, alih-alih mengandalkan Cristian Mosquera yang telah lama menjadi pengganti di sana. Keputusan ini menuai kritik tajam dari mantan pemain Manchester United, Gary Neville, yang menyatakan bahwa penempatan Rice di bek kanan adalah “panggilan besar yang tidak diperlukan”. Arteta kemudian mengakui bahwa ia menyesal atas langkah tersebut, meski akhirnya mengembalikan formasi pada jeda babak pertama.
VAR Menyelamatkan Arsenal di Menit Akhir
Detik-detik terakhir pertandingan hampir berakhir dengan hasil yang berbeda. Callum Wilson mencetak gol pada tambahan waktu, namun gol tersebut dibatalkan setelah VAR melakukan pemeriksaan panjang. Rekaman ulang memperlihatkan bahwa penyerang West Ham, Pablo, menggunakan lengan melintang di depan kiper David Raya dalam rangkaian serangan yang berujung pada gol. Keputusan VAR tersebut menolak gol Wilson, memastikan Arsenal tetap unggul berkat gol tunggal Leandro Trossard pada menit ke-83 yang berasal dari tendangan melengkung lawan.
Dua Cedera Besar Menimpa Arsenal
Selain kesalahan taktis, Arsenal harus menelan pukulan berat terkait kesehatan dua pemain penting. Ben White, bek kanan asal Inggris, terpaksa meninggalkan lapangan dengan brace di sekitar lututnya. Meskipun tidak membutuhkan kruk, cedera tersebut memaksa Arteta untuk mengeluarkan Martin Zubimendi ke posisi bek kanan, sambil menempatkan Rice di lini belakang.
Tak lama setelah perubahan tersebut, Riccardo Calafiori, bek kiri asal Italia, juga harus menghentikan penampilannya pada babak pertama karena cedera. Kedua bek sayap Arsenal kini diragukan kebugarannya untuk laga penutup musim melawan pesaing utama.
Reaksi dan Penyesuaian Arteta
Setelah menilai situasi pada jeda babak pertama, Arteta melakukan pergantian lagi dengan memasukkan Mosquera ke lini belakang, namun Calafiori tetap tidak dapat melanjutkan pertandingan. Dalam konferensi pers pasca laga, Arteta menjelaskan, “Kami sangat dominan dalam pola permainan kami, namun perubahan posisi Rice ke bek kanan menimbulkan ketidakseimbangan di sisi sayap. Saya memutuskan untuk menyesuaikan taktik demi memperkuat serangan tengah, dan hasilnya terbukti dengan gol Trossard.”
Arteta menambahkan bahwa kedua pemain yang cedera akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada hari Senin, dan hasilnya akan menentukan ketersediaan mereka untuk laga terakhir melawan Manchester City.
Dampak Terhadap Persaingan Gelar
Kemenangan ini meningkatkan jarak Arsenal menjadi lima poin di atas Manchester City dengan dua pertandingan tersisa. Namun, kehilangan White dan Calafiori dapat memaksa Arteta mengandalkan pemain cadangan yang belum terbukti konsistensinya di level tertinggi. Jika Arsenal gagal menambah poin di dua laga berikutnya, gelar Premier League bisa kembali ke tangan City.
Para analis sepak bola menilai bahwa keputusan taktis Arteta, meski dipertanyakan, berhasil menghasilkan hasil akhir yang positif berkat gol Trossard. Namun, risiko cedera dan ketergantungan pada pemain inti menjadi perhatian utama menjelang penutup musim.
Dengan tekanan yang terus meningkat, Mikel Arteta harus menyiapkan strategi alternatif untuk mengatasi absennya dua bek utama sekaligus memastikan Arsenal tetap kompetitif dalam mengejar gelar.




