Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Jakarta – PT Pertamina EP Asset 2, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) zona 4, mengumumkan keberhasilan sumur pengembangan LBK-030 di struktur Lembak Kemang Tapus (LKT) Field Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur ini mencatat produksi minyak mentah sebesar 3.073 barel per hari (BOPD) dan gas alam sebesar 1,65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) secara natural flow pada kondisi open flow.
Produksi yang Menjanjikan
Uji produksi yang dilakukan pada 9 Mei 2026 menghasilkan angka produksi sementara yang stabil. Minyak yang dihasilkan berasal dari lapisan eksisting TAF-F, sementara gas dihasilkan secara bersamaan dalam proses aliran terbuka tanpa bantuan pompa. Angka produksi ini dianggap signifikan karena dapat menambah pasokan nasional pada saat banyak lapangan tua mengalami penurunan produksi alami.
- Minyak: 3.073 BOPD
- Gas: 1,65 MMSCFD
- Kedalaman akhir: 2.300 mMD / 2.128 mTVD
- Waktu pengeboran: 33 hari
- Jam kerja tanpa kecelakaan: 42.168 jam
Teknologi Directional Drilling
Sumur LBK-030 dibor dengan teknik directional drilling menggunakan rig PDSI #29.3/D1500E. Metode ini memungkinkan pengeboran mencapai kedalaman total 2.300 meter measured depth (mMD) dengan sudut deviasi yang tepat, sehingga target lapisan TAF-F dapat diakses secara optimal. Proses pengeboran selesai dalam 33 hari, menunjukkan efisiensi operasional yang tinggi.
Komitmen pada Keselamatan
Selama seluruh fase pengeboran hingga uji produksi, tim operasional mencatat total 42.168 jam kerja tanpa satu pun kecelakaan kerja. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, menegaskan bahwa standar HSSE (Health, Safety, Security, Environment) menjadi prioritas utama, sekaligus menegakkan budaya operational excellence di lapangan.
Implikasi bagi Industri Migas Nasional
Keberhasilan sumur LBK-030 menjadi bukti nyata bahwa investasi pada teknologi modern dan manajemen risiko dapat mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah lama beroperasi. Pada saat indeks produksi nasional mengalami tekanan akibat penurunan alami (natural decline) pada lapangan migas tua, penambahan output sebesar lebih dari 3.000 barel per hari memberikan dorongan positif bagi keseimbangan pasokan energi dalam negeri.
Selain kontribusi kuantitatif, proyek ini juga menegaskan peran PT Pertamina Hulu Rokan sebagai pemain kunci dalam menggerakkan revitalisasi lapangan migas di Indonesia. Dengan mengintegrasikan data geologi terkini, teknik pengeboran canggih, dan standar keselamatan ketat, PHR memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi yang berkelanjutan.
Ke depan, pihak manajemen berencana untuk melakukan evaluasi lanjutan terhadap performa sumur LBK-030, termasuk analisis reservoir lebih detail dan potensi penambahan fasilitas pengolahan di lapangan. Jika hasil evaluasi tetap positif, maka sumur ini dapat dijadikan model untuk pengembangan sumur serupa di wilayah lain yang memiliki karakteristik geologi sebanding.
Secara keseluruhan, pencapaian ini menandai langkah strategis dalam upaya menjaga kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan mengoptimalkan sumber daya dalam negeri, Indonesia dapat memperkuat stabilitas harga energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.




