Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | RCDE Stadium kembali menjadi sorotan pada akhir pekan LaLiga. Pada 16 Mei 2025, Barcelona menumpas RCD Espanyol dengan skor 2‑0, mengunci gelar juara ke‑28 dalam sejarah klub sekaligus menyegel treble domestik. Tiga hari kemudian, pada 13 Mei 2026, Espanyol kembali menjadi tuan rumah, kali ini menjamu Athletic Bilbao dalam laga krusial untuk menghindari zona degradasi.
Barcelona mengunci gelar dan menambah trofi treble
Dalam laga pekan ke‑36 musim 2024/25, Barcelona menunjukkan dominasi meski berhadapan dengan rival sekota. Gol pertama dicetak oleh talenta muda Lamine Yamal pada menit ke‑53, diikuti gol penutup oleh Fermin López di menit tambahan 90+5. Kedua gol tersebut mengukuhkan kemenangan 2‑0. Kartu merah diberikan kepada Leandro Cabrera (Espanyol) pada menit ke‑80 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Yamal, menambah tekanan pada tim tuan rumah.
Poin yang diraih meningkatkan total Barcelona menjadi 85 poin, menjadikannya tak terkejar oleh Real Madrid yang berada di posisi kedua. Dengan dua pekan tersisa, Barcelona tidak hanya menegaskan dominasinya di liga, tetapi juga menyelesaikan pencapaian treble domestik setelah mengangkat Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Prestasi ini semakin manis karena Barcelona berhasil menumbangkan Real Madrid dalam tiga pertemuan penting musim ini: 4‑0 di Bernabéu, 4‑3 di Montjuïc, serta 5‑2 di final Piala Super.
Espanyol menatap akhir musim dengan tekanan
Setelah kekalahan melawan Barcelona, Espanyol harus mengatasi krisis performa. Pada 13 Mei 2026, mereka menjamu Athletic Bilbao di depan pendukung lokal. Tim tuan rumah berada di posisi ke‑14 dengan hanya dua poin selisih dari zona relegasi, sementara Athletic berada di posisi ke‑9, berjuang mengamankan poin penting di luar kandang.
Espanyol memasang susunan pemain dengan Andrei Dmitrovic sebagai penjaga gawang, lini belakang yang meliputi Omar El Hilali, Fernando Calero, Carlos Romero, dan Leandro Cabrera. Gelandang tengah diisi oleh Eric Exposito, Roberto Sánchez, Tomás Dolan, dan Ulises González de Zarate, sementara serangan dipimpin oleh Roberto Terrats dan Roberto Fernández. Dua pemain penting, Cédric Ngonge dan Javi Puado, absen karena cedera.
Di sisi Athletic, Nico Williams tidak dapat berpartisipasi karena cedera otot, memaksa tim mengandalkan Gorka Guruzeta di lini depan. Unai Simón menjadi penjaga gawang lawan. Kedua tim memiliki catatan statistik yang menarik: Espanyol telah mengizinkan 53 gol (1,51 gol per 90 menit) dan mencatat 9 clean sheet, sementara Athletic mencatat rata‑rata kebobolan 1,46 gol per 90 menit dengan 6 clean sheet.
Statistik kunci dan prediksi
- Barcelona: 85 poin, selisih gol +? (tidak disebutkan), pencapaian treble.
- Espanyol: 39 poin, selisih gol -15, 9 clean sheet, 88 kartu kuning, 5 kartu merah.
- Athletic Bilbao: 44 poin, selisih gol -11, 6 clean sheet, 77 kartu kuning, 7 kartu merah.
Para analis memprediksi Barcelona akan terus melaju dengan kemenangan melawan Alavés pada minggu berikutnya, sementara Espanyol harus meraih hasil positif melawan Athletic untuk mengurangi tekanan relegasi. Athletic diprediksi mampu mencuri setidaknya satu poin berkat pertahanan yang terorganisir.
Langkah selanjutnya bagi masing‑masing tim
Barcelona, dipimpin oleh Hansi Flick, akan memfokuskan diri pada kompetisi Eropa setelah melenggang dari Liga Champions. Meskipun harus mengakui kegagalan di semifinal melawan Inter Milan, skuad tetap berambisi menambah trofi internasional.
Espanyol harus mengoptimalkan skuad yang relatif bebas cedera, meningkatkan konsistensi performa, dan mengandalkan pemain muda seperti Terrats untuk menciptakan peluang. Jika mereka berhasil mengalahkan Athletic, peluang bertahan di Liga akan lebih besar.
Dengan musim mendekati akhir, setiap poin menjadi krusial. Barcelona menikmati momentum puncak, sementara Espanyol dan Athletic berada di persimpangan penting yang menentukan nasib mereka di Liga Spanyol.




