Satgas PKH Kejagung Setor Uang Sitaan Rp 10,2 Triliun, Sekjen Laskar Merah Putih: Kejagung Butuh Dukungan Presiden

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Satgas Penanggulangan Korupsi dan Hukum (PKH) Kementerian Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menyetorkan uang hasil penyitaan senilai Rp 10,2 triliun beserta sekitar 2,3 juta hektare lahan yang dipergunakan untuk kejahatan ekonomi. Penyerahan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan transparansi penggunaan dana hasil penyitaan dan memperkuat upaya pemulihan negara.

Dalam kesempatan penyerahan, Sekjen Laskar Merah Putih menegaskan bahwa meski telah ada pencapaian signifikan, Kejagung masih memerlukan dukungan penuh dari Presiden untuk mempercepat proses pemulihan aset dan memastikan penegakan hukum yang konsisten.

Berikut adalah rangkuman aset yang berhasil disita oleh Satgas PKH dalam periode terakhir:

Jenis Aset Nilai (Rp) Luas/Volume
Uang Tunai dan Rekening Bank 10.200.000.000.000
Lahan Pertanian 2.300.000 ha
Properti Komersial 1.500.000.000.000

Selain penyitaan aset, Satgas PKH juga melakukan langkah-langkah berikut untuk memperkuat proses pemulihan:

  • Mengidentifikasi dan menginventarisasi seluruh aset yang terkait dengan kasus korupsi.
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan untuk memblokir dan memulihkan dana yang disimpan di rekening bank.
  • Mengoptimalkan mekanisme lelang publik atas properti yang disita untuk meningkatkan penerimaan negara.
  • Memberikan pelatihan kepada aparat Kejagung dalam penanganan kasus keuangan kompleks.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas kinerja Kejagung dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan kebijakan serta sumber daya yang diperlukan. Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan aset harus diiringi dengan reformasi sistemik yang mencegah terulangnya praktik korupsi di masa depan.

Para pengamat menilai bahwa keberhasilan penyitaan ini menjadi sinyal positif bagi penegakan hukum di Indonesia, sekaligus menambah tekanan pada lembaga eksekutif untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam memerangi korupsi.