Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Kontroversi perceraian antara aktris Salmafina Sunan dan pengusaha Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik setelah istri baru Taqy, Sherin Thalib, menepis rumor bahwa perpisahan pasangan tersebut dipicu oleh penggunaan legging. Pernyataan Sherin memicu reaksi keras dari ayah Salmafina, Sunan Kalijaga, yang mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang selama ini hanya beredar secara terbatas.
Sunan Kalijaga, seorang praktisi hukum sekaligus tokoh publik, menyampaikan bahwa isu legging bukan sekadar hoaks melainkan bagian penting dari konflik yang muncul saat keluarga mereka berlibur ke Eropa pada akhir tahun 2018. Menurut Sunan, ketika rombongan keluarga tiba di Swiss, cuaca ekstrem dengan salju setinggi lutut memaksa Salmafina mengganti pakaian dalam hijabnya dengan legging demi melindungi aurat dan kenyamanan bergerak. “Jika hanya memakai syar’i tanpa legging, akan menimbulkan risiko pada bagian kaki,” ujar Sunan dalam wawancara di Senayan, Jakarta Pusat.
Pernyataan tersebut menyingkap alasan di balik foto‑foto liburan yang kemudian diposting di media sosial. Salmafina mengunggah gambar dirinya mengenakan legging di bawah hijab, sementara Taqy Malik tidak ikut dalam rombongan. Sunan mengaku bahwa Taqy menanggapi unggahan tersebut dengan keras, bahkan mengirim pesan singkat yang membuat Salmafina tertekan hingga menangis di bandara saat kembali ke Indonesia.
“Anak saya nangis tiba‑tiba di airport karena ditegur oleh Taqy lewat ponsel. Dia bilang saya foto dan video di Swiss pakai legging, itu yang membuatnya marah,” kata Sunan, menambahkan bahwa ia memiliki bukti foto sebagai pendukung pernyataannya.
Ketegasan Sunan tidak berhenti di situ. Ia menegaskan bahwa semua pihak yang menyebutkan legging sebagai hoaks justru mengabaikan fakta lapangan. “Kalau saya bohong, telinga saya siap dipertaruhkan,” tegas Sunan, menutup pernyataan dengan nada yang tak kalah tajam.
Sementara itu, Sherin Thalib, istri Taqy Malik, dalam sebuah wawancara singkat menolak tuduhan bahwa legging menjadi faktor utama perceraian. Ia menyebut bahwa isu tersebut sudah lama diputar‑balikkan oleh media hiburan, sehingga menimbulkan kebingungan di publik. Sherin menekankan bahwa perceraian antara Salmafina dan Taqy disebabkan oleh perbedaan visi hidup dan bukan sekadar masalah pakaian.
Di tengah heboh tersebut, publik juga tertarik pada fenomena lain yang muncul di kanal showbiz Viva: grup komedi Agag Laen. Grup ini, yang sempat dikenal lewat podcast santai, kini menjadi sorotan karena terungkap ada anggota yang menerima bayaran tertinggi dalam industri. Informasi ini muncul bersamaan dengan laporan mengenai diet ekstrem aktor Korea, menambah warna pada ragam berita hiburan yang sedang digulir.
Berita mengenai legging Salmafina dan klarifikasi Sunan Kalijaga berhasil menembus daftar terpopuler pada edisi Showbiz Viva tanggal 2 April 2026. Pengguna media sosial ramai membahas fakta baru ini, memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh narasi keluarga publik dalam membentuk opini publik.
Dengan beragam sudut pandang yang muncul, kasus ini memberi pelajaran penting tentang pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Baik Sunan Kalijaga maupun Sherin Thalib menunjukkan bagaimana kepentingan pribadi dan citra publik dapat memengaruhi cara cerita disampaikan kepada massa.
Ke depannya, publik diharapkan lebih kritis dalam menyikapi isu-isu sensitif yang melibatkan tokoh publik, terutama ketika informasi tersebut berpotensi menimbulkan stigma atau kesalahpahaman. Sebagai penutup, kasus legging Salmafina menegaskan kembali bahwa apa yang tampak sederhana di permukaan sering menyimpan lapisan kompleksitas yang memerlukan penelusuran mendalam.







