Drama Perfect Crown Bikin Geger: Kontroversi Sejarah, Rating Tinggi, dan Akhir yang Mengguncang Penonton
Drama Perfect Crown Bikin Geger: Kontroversi Sejarah, Rating Tinggi, dan Akhir yang Mengguncang Penonton

Drama Perfect Crown Bikin Geger: Kontroversi Sejarah, Rating Tinggi, dan Akhir yang Mengguncang Penonton

Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Serial drama Korea Perfect Crown yang tayang di Disney+ Hotstar dan MBC menjadi sorotan publik Indonesia dan Korea Selatan menjelang episode finalnya. Meskipun berhasil mencuri perhatian dengan rating di atas 13 persen, drama ini juga menuai kritik tajam terkait penggambaran adat istiadat, terminologi kerajaan, dan potensi distorsi sejarah Korea. Kontroversi tersebut berpusat pada episode 11 dan 12, yang menjadi titik balik bagi persepsi penonton.

Kontroversi Sejarah dan Etika Budaya

Beberapa adegan pada episode 11 dan 12 dianggap melanggar etika budaya serta sejarah Korea. Salah satunya adalah upacara penobatan Raja Ian (Byeon Woo Seok) yang menggunakan seruan “Cheonse” alih-alih “Manse”. Dalam konteks historis, “Manse” merupakan ungkapan yang tepat untuk raja, sedangkan “Cheonse” biasanya dipakai oleh negara bawahan kepada kaisar, sehingga dianggap merendahkan status monarki konstitusional modern yang digambarkan dalam drama.

Selain terminologi, detail mahkota yang dipakai juga dipertanyakan. Mahkota tradisional Korea yang sah seharusnya memiliki sepuluh wajah (Sibyeonryugwan), namun dalam adegan tersebut tampak mahkota dengan sembilan untaian, lebih mirip dengan atribut Tiongkok. Kritikus menilai ini sebagai kesalahan produksi yang mengaburkan identitas budaya Korea.

Adegan lain yang menimbulkan protes adalah saat Ibu Suri Yoon Yi-rang (Gong Seung-yeon) berlutut dan meminta maaf kepada Pangeran Agung Ian sebelum ia diangkat menjadi raja. Penonton menganggap posisi ibu suri yang berada di atas pangeran melanggar hierarki tradisional, meskipun ada argumen bahwa tindakan tersebut lebih bersifat pribadi daripada simbolis.

Rating Tinggi dan Popularitas

Terlepas dari kritik, Perfect Crown mencatat rating yang mengesankan. Episode final yang ditayangkan pada 16 Mei 2026 mencatat rating lebih dari 13 persen, naik dari 7,8 persen pada debutnya. Peningkatan rating konsisten terlihat sejak episode keempat (11,1 persen) hingga episode kesepuluh (13,3 persen). Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada televisi lokal, tetapi juga merambah platform streaming Disney+ di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Asia.

Chemistry antara IU (Seong Hui-ju) dan Byeon Woo Seok (Lee Hwan) menjadi faktor utama viralitas drama ini. Penonton memuji akting mereka, terutama dalam adegan-adegan emosional yang menonjolkan konflik internal karakter utama.

Akhir Cerita dan Reaksi Penonton

Episode 11 menampilkan Seong Hui-ju rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan I-An sebelum penobatan. Pada episode 12, keputusan kontroversial Raja Ian menghapus sistem monarki melalui pemungutan suara rakyat menjadi puncak drama politik. Keputusan ini memicu perdebatan pro dan kontra, namun pada akhirnya diterima oleh mayoritas.

Karakter antagonis, Perdana Menteri Min Jeong-woo (Noh Sang-hyun), terungkap sebagai dalang pembunuhan dan kebakaran istana, menambah ketegangan. Sementara Yoon Yi-rang, yang sebelumnya bersekutu dengan pihak kerajaan, memilih mendukung Ian dan Hui-ju setelah mengungkap kejahatan ayahnya, Tuan Yoon Sung-won (Jo Jae-yoon).

Pasangan kedua, Choi Hyeon (Yoo Su-bin) dan Do Hye-jeong (Lee Yeon), juga meresmikan hubungan mereka, menandakan akhir bahagia bagi karakter pendukung. Setelah monarki dihapus, Ian dan Hui-ju memilih hidup sebagai warga biasa; Hui-ju kembali menjadi CEO perusahaan kecantikan “Castle Beauty” dan menikmati pernikahan tanpa belenggu istana.

Reaksi penonton terbagi. Sebagian besar tetap puas dengan akhir cerita yang menegakkan keadilan dan memberikan kebebasan kepada karakter utama. Namun, sebagian penonton Korea Selatan menuntut penjelasan resmi atau permintaan maaf dari MBC atas distorsi sejarah yang dianggap merusak citra budaya. Beberapa bahkan melaporkan kasus ke regulator penyiaran.

Meskipun demikian, popularitas drama tidak berkurang. Diskusi di media sosial tetap hidup, dengan meme, parodi, dan komentar sarkastik tentang kebakaran istana yang berulang, sekaligus pujian atas akting IU dan Byeon Woo Seok.

Kesimpulannya, Perfect Crown berhasil menjadi fenomena budaya pop yang memadukan drama politik, romansa, dan kritik sejarah. Rating tinggi membuktikan daya tariknya, sementara kontroversi etika budaya menambah dimensi perdebatan publik. Drama ini mencerminkan bagaimana produksi hiburan modern harus menyeimbangkan kreativitas naratif dengan tanggung jawab historis, terutama ketika menyajikan warisan budaya yang sensitif.