Drama Tragis di Sungai Musi: Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Menjelang Kecelakaan Dua Bocah
Drama Tragis di Sungai Musi: Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Menjelang Kecelakaan Dua Bocah

Drama Tragis di Sungai Musi: Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Menjelang Kecelakaan Dua Bocah

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Empat Lawang, Sumatera Selatan – Pada sore hari Rabu (6/5/2026), dua siswi Sekolah Dasar Negeri 01 Sikap Dalam, masing‑masing berusia 12 tahun, menghilang setelah terseret arus deras Sungai Musi di Desa Karang Gede. Nama mereka, Else dan Bulan, menjadi sorotan publik setelah keluarga mengungkapkan kronologis kejadian tepat sebelum tragedi.

Detik‑detik sebelum dua anak hanyut

Menurut keterangan orang tua, pada pukul 12.30 WIB kedua anak bersama empat teman sekelas memutuskan untuk mandi dan bermain air di tepi Sungai Musi setelah pulang sekolah. Karena tidak memiliki kemampuan berenang, mereka sempat mengamati aliran sebelum masuk. Saat mereka berada di tengah sungai, tiba‑tiba arus yang dipicu oleh debit tinggi menyeret mereka ke arah tengah. Tiga teman berhasil melawan arus dan mencapai tepi, namun Else dan Bulan terjebak sambil berpelukan, tidak mampu mengatasi kekuatan air.

Setelah menyadari hilangnya kedua gadis, teman‑teman mereka melakukan pencarian spontan namun tidak menemukan jejak. Warga sekitar yang sedang beraktivitas di tepi sungai melaporkan penemuan tubuh pertama kepada Tim SAR Gabungan pada sore hari berikutnya, sekitar pukul 16.30 WIB.

Operasi SAR gabungan

Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, segera dikerahkan. Tim terdiri dari Basarnas Palembang, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, relawan, dan masyarakat setempat. Mengingat kondisi sungai yang berarus deras dan berbatu, petugas menggunakan perahu rafting serta peralatan water rescue untuk menyisir permukaan air.

Hasil pencarian pertama menemukan tubuh Bulan mengapung di tepi Sungai Musi, tepatnya di Desa Gelanggang, Kecamatan Talang Padang, sekitar 50 km dari lokasi awal. Pemeriksaan medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Penemuan ini diumumkan oleh tim SAR pada pukul 16.30 WIB, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, pencarian Else masih berlangsung. Tim menyisir wilayah seluas kurang lebih 10 km² ke arah tenggara aliran sungai, sambil melakukan penyebaran informasi kepada warga di sepanjang pesisir. Raymond menambahkan bahwa operasi akan berlanjut hingga menemukan korban, termasuk kemungkinan melakukan penyelaman bila kondisi memungkinkan.

Kendala dan upaya mitigasi

  • Arus kuat yang berubah‑ubah setiap menit.
  • Batu‑batu besar yang menghalangi pergerakan perahu.
  • Keterbatasan visibilitas karena kekeruhan air.

Untuk mengurangi risiko serupa, pihak berwenang mengimbau warga terutama orang tua untuk menahan anak‑anak bermain di sungai tanpa pengawasan, serta meningkatkan edukasi tentang bahaya arus deras di musim hujan.

Reaksi keluarga dan masyarakat

Keluarga Else dan Bulan menyampaikan duka mendalam sekaligus rasa terima kasih kepada tim SAR yang terus berjuang. Mereka menekankan pentingnya kepedulian terhadap keselamatan anak di lingkungan alami. Warga desa Karang Gede menggelar doa bersama di balai desa, berharap operasi pencarian dapat menemukan korban yang masih hilang.

Kasus ini menambah daftar kecelakaan air yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2026, mengingatkan kembali betapa pentingnya prosedur keamanan di tempat umum yang rawan banjir dan arus deras.

Dengan upaya bersama antara aparat keamanan, lembaga penyelamatan, dan masyarakat, diharapkan pencarian dapat segera berakhir dengan temuan terakhir. Sementara itu, tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komunitas untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya alam.