Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Sabtu malam pekan ke-35 Serie A menjadi sorotan utama setelah dua pertandingan krusial, Sassuolo melawan AC Milan dan Como melawan Napoli, menampilkan serangkaian keputusan VAR yang menimbulkan perdebatan. Kedua laga tidak hanya memengaruhi klasemen, tetapi juga menegaskan betapa ketatnya persaingan empat tim teratas dalam perebutan tiket Liga Champions.
Keputusan VAR di Pertandingan Sassuolo vs Milan
Pertandingan yang berlangsung di Stadio Renato Dall’Ara berakhir dengan kemenangan tipis bagi Milan 2-1. Namun, sorotan utama muncul pada menit ke-10 ketika pemain Sassuolo, Laurienté, terjatuh di dalam kotak penalti setelah bersentuhan dengan kiper Milan, Gabriele Gabbia. Wasit Fabio Maresca menolak pemberian tendangan penalti, menyatakan bahwa Laurienté “menurunkan diri” secara sukarela.
Tim VAR yang dipimpin oleh Mazzoleni dan Paganessi melakukan pemeriksaan ulang dan mengonfirmasi keputusan Maresca. Mereka menilai bahwa kontak yang terjadi hanyalah sentuhan ringan di punggung, tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran yang pantas dihukum dengan penalti. Pernyataan resmi AIA menegaskan bahwa Maresca mempertahankan standar teknis yang tinggi, menolak keputusan yang tidak jelas.
Insiden lain muncul pada menit ke-39 ketika Milan mengajukan permintaan penalti setelah konfrontasi antara Koné dan Nkunku. Sekali lagi, Maresca menolak, menyatakan bahwa pemain Milan menyentuh bola terlebih dahulu sebelum terjatuh. VAR kembali mengonfirmasi keputusan tersebut, menegaskan tidak ada unsur pelanggaran dalam situasi itu.
Analisis Kontak di Como vs Napoli
Di Stadion San Carlo, Como menahan imbang Napoli 0-0. Pada menit ke-39, terjadi benturan antara pemain Como, Politano, dengan pemain Napoli, Jesús Rodríguez, di dalam area pertahanan Napoli. Wasit Michael Fabbri langsung menolak permintaan penalti dari Como, mengindikasikan bahwa kontak tersebut bersifat kebetulan dan tidak mengganggu jalur lari Politano.
VAR yang dipantau oleh tim yang sama menegaskan keputusan Fabbri. Penilaian menyebutkan bahwa Politano tidak menginvasi jalur lawan secara signifikan, sehingga benturan dianggap sebagai pertemuan fortuitus, bukan pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan penalti.
Kedua keputusan ini menimbulkan diskusi di kalangan pelatih dan analis. Sementara sebagian mengkritik ketatnya standar VAR, yang lain memuji konsistensi dalam menegakkan aturan teknis, menghindari keputusan yang dapat mengubah hasil pertandingan secara drastis.
Dampak pada Klasemen dan Persaingan Champions League
Kemenangan Milan atas Sassuolo mengangkat poin mereka menjadi 67, menutup jarak dengan pemuncak klasemen Inter yang sudah mengamankan tempat pertama. Napoli tetap memimpin dengan 70 poin, sementara Juventus berada di posisi ketiga dengan 65 poin. Roma, yang baru saja mencetak kemenangan 4-0 atas Fiorentina, menempati posisi keempat dengan 64 poin.
Como, meskipun hanya mengamankan satu poin dari hasil imbang melawan Napoli, tetap berada di posisi kelima dengan 62 poin, hanya empat poin di belakang Juventus. Dengan sisa tiga pekan pertandingan, margin poin yang tipis menjadikan setiap hasil pertandingan sangat menentukan.
Jadwal sisa musim menampilkan laga-laga penting: Milan menghadapi Atalanta, Juventus melawan Lecce, Napoli melawan Bologna, dan Como akan bertemu Parma serta Cremonese. Semua tim berada dalam situasi yang menuntut konsistensi dan keberuntungan, terutama dalam menghadapi keputusan arbitrase yang semakin terpantau oleh teknologi VAR.
Kesimpulan
Keputusan VAR pada laga Sassuolo vs Milan dan Como vs Napoli menunjukkan betapa pentingnya standar teknis dalam menjaga keadilan kompetisi. Kedua wasit, Maresca dan Fabbri, berhasil mempertahankan penilaian yang konsisten meski berada di bawah tekanan publik. Dengan empat tim teratas berada dalam jarak lima poin, Serie A musim ini menjanjikan pertarungan akhir yang sengit hingga pekan terakhir.




