Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Dua pemain asal Brasil yang bermain untuk klub Rusia CSKA Moscow kini masuk dalam daftar yang diterbitkan oleh situs pro-Ukraina Mirotvorets, yang dikenal sebagai “Pembawa Perdamaian”. Situs tersebut mengumpulkan data pribadi orang‑orang yang dianggapnya berpotensi menjadi ancaman bagi kepentingan Ukraina, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, nomor paspor, serta alamat tempat tinggal.
Para pemain yang tercantum ialah Leonardo Santos (posisi gelandang, lahir 12 Februari 1997) dan André Silva (penyerang, lahir 23 Agustus 1998). Kedua atlet tersebut belum pernah bermain di liga Ukraina maupun memiliki catatan keterlibatan politik yang dapat mengaitkan mereka dengan konflik antara Rusia dan Ukraina.
| Pemain | Posisi | Tanggal Lahir | Klub |
|---|---|---|---|
| Leonardo Santos | Gelandang | 12‑Feb‑1997 | CSKA Moscow |
| André Silva | Penyerang | 23‑Agu‑1998 | CSKA Moscow |
Pengungkapan ini memicu keprihatinan di kalangan penggemar dan otoritas sepak bola internasional, mengingat risiko keamanan yang dapat timbul apabila data pribadi atlet dipublikasikan secara terbuka. Organisasi seperti FIFA dan UEFA biasanya menekankan pentingnya melindungi pemain dari ancaman non‑sportif, termasuk intimidasi politik.
CSKA Moscow belum memberikan pernyataan resmi terkait penambahan nama pemainnya ke dalam daftar Mirotvorets. Sementara itu, perwakilan pemain menegaskan bahwa mereka fokus pada karier di lapangan dan tidak memiliki keterlibatan dalam isu‑isu geopolitik.
Kasus ini menambah deretan contoh penggunaan data pribadi dalam konflik informasi yang melibatkan Rusia dan Ukraina. Situs Mirotvorets, yang dikelola oleh aktivis pro‑Ukraina, seringkali menjadi sumber kontroversial karena menampilkan data pribadi tanpa izin, yang dapat menimbulkan ancaman keamanan bagi yang bersangkutan.
Para pengamat menyarankan agar federasi sepak bola nasional dan klub mengambil langkah preventif, seperti meningkatkan keamanan siber dan melindungi data pemain dari publikasi yang tidak sah. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah potensi tindakan kekerasan atau intimidasi terhadap atlet yang menjadi target dalam perseteruan politik ini.




