Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov) mengumumkan respons cepat setelah mendapat kabar bahwa dua warga daerah tersebut menjadi korban penyanderaan oleh perompak asal Somalia. Kedua korban, yang merupakan warga Makassar dan Parepare, dilaporkan berada di perairan lepas pantai Afrika Timur setelah kapal mereka diserang pada awal pekan ini.
Pemprov Sulsel segera membentuk tim gawat darurat yang dipimpin oleh Gubernur, bersama dengan perwakilan Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Komisi Urusan Pemuda (KUP). Tim tersebut melakukan koordinasi intensif dengan TNI Angkatan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta perwakilan kedutaan Indonesia di Kenya dan Tanzania untuk melacak lokasi pasti sandera.
- Pengiriman tim pencari dan penyelamat ke pelabuhan terdekat di Tanzania.
- Pengajuan bantuan diplomatik kepada pemerintah Somalia melalui Kementerian Luar Negeri.
- Penyediaan paket bantuan darurat bagi keluarga korban di Makassar.
- Penguatan patroli keamanan laut di wilayah perairan internasional sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Gubernur Sulsel menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam. “Kami akan berkoordinasi seoptimal mungkin dengan instansi pusat dan negara sahabat untuk memastikan keselamatan warga kami,” ujar Gubernur dalam konferensi pers singkat di Gedung DPRD Sulsel.
Selain upaya penyelamatan, Pemprov juga mengaktifkan jalur komunikasi khusus bagi keluarga korban untuk mendapatkan informasi terkini. Sebuah pusat krisis sementara dibuka di kantor Dinas Sosial Sulsel, yang dilengkapi dengan tim psikolog untuk memberikan dukungan emosional.
Pihak keamanan terus memantau perkembangan situasi, termasuk kemungkinan negosiasi tebusan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa segala tindakan harus mematuhi hukum internasional dan tidak memberi insentif bagi aksi perompakan.
Kasus ini menambah daftar insiden perompakan di perairan internasional yang belakangan ini meningkat. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan kerjasama regional melalui Forum Kerjasama Laut (FIC) dan memperkuat kapasitas Kapal Patroli Cepat (KPC) untuk menanggulangi ancaman serupa di masa depan.




