Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Jakarta, 24 April 2026 – Menjelang pemilihan presiden 2026, nama Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika politik Indonesia. Berbagai tokoh nasional, mulai dari kalangan militer, akademisi, hingga pemimpin bisnis, secara terbuka menyatakan dukungan mereka kepada Prabowo. Di samping itu, kedutaan besar Republik Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan yang menegaskan rasa hormat dan harapan terhadap kepemimpinan Prabowo, sekaligus menepis beredarannya hoaks yang menuduh Menteri Luar Negeri Iran menyebut sang kandidat sebagai “pecundang”.
Dukungan Tokoh Nasional
Beragam tokoh berpengaruh di Indonesia kini memberikan dukungan publik kepada Prabowo. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, menekankan bahwa pengalaman militer Prabowo dapat menjadi aset penting dalam menjaga kedaulatan negara. Sementara itu, profesor ekonomi terkemuka, Dr. Rini Soemarno, menyoroti kebijakan ekonomi yang diusung Prabowo sebagai solusi bagi pertumbuhan yang inklusif. Di dunia bisnis, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Hary Tjahjono, menambahkan bahwa stabilitas politik yang dibawa Prabowo diyakini akan meningkatkan iklim investasi.
Pernyataan Dubes Iran
Dalam sebuah wawancara resmi yang disiarkan pada 20 April 2026, Duta Besar Republik Iran untuk Indonesia, Amir Hosseini, menyampaikan rasa terhormatnya apabila Prabowo terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Hosseini menekankan pentingnya hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang energi, budaya, dan keamanan regional. “Jika Bapak Prabowo terpilih, kami akan menyambutnya dengan hormat dan berharap dapat memperkuat kemitraan strategis antara Iran dan Indonesia,” ujar Hosseini.
Penelusuran Hoaks Menlu Iran
Di tengah sorotan positif tersebut, muncul viralitas video yang mengklaim Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut Prabowo Subianto sebagai “pecundang”. Video itu menampilkan potongan pidato Araghchi di podium dengan teks tambahan yang menyebutkan “Prabowo Pecundang Amerika dan Israel“. Namun, tim verifikasi fakta Kompas.com menemukan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar. Rekaman asli Araghchi diidentifikasi berasal dari liputan Arab News pada 25 Februari 2026, saat ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Teheran. Dalam pertemuan itu, tidak ada satupun pembahasan mengenai Indonesia atau Prabowo. Lebih lanjut, Araghchi baru saja mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri 2026 kepada rakyat Indonesia, menegaskan rasa simpati dan persahabatan bilateral.
Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan bahwa tidak ada bukti audio atau teks resmi yang menunjukkan Araghchi mengeluarkan hinaan terhadap Prabowo. Penambahan teks dalam video viral tersebut jelas merupakan manipulasi yang bertujuan menimbulkan kebingungan politik. Kasus ini menambah deretan contoh penyebaran informasi palsu yang memanfaatkan nama tokoh internasional untuk memperkeruh suasana politik dalam negeri.
Menanggapi penyebaran hoaks tersebut, Duta Besar Iran, Amir Hosseini, menegaskan kembali bahwa pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran tidak pernah memuat penghinaan terhadap Prabowo atau tokoh politik Indonesia mana pun. Ia menambahkan, “Kami menolak keras segala bentuk disinformasi yang dapat merusak hubungan persahabatan antara kedua negara. Setiap negara berhak mendapatkan penghormatan atas proses demokrasi masing‑masingnya.”
Dengan dukungan yang meluas dari tokoh-tokoh nasional dan pernyataan resmi kedutaan besar Iran yang menegaskan rasa hormat, citra Prabowo Subianto dalam kancah politik Indonesia tampak semakin kuat. Sementara itu, upaya klarifikasi terhadap hoaks menegaskan pentingnya literasi media di era digital, di mana informasi palsu dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan dampak signifikan pada persepsi publik.
Ke depan, dinamika dukungan ini akan terus dipantau seiring dengan berjalannya kampanye pemilihan. Masyarakat diharapkan tetap kritis terhadap informasi yang beredar, mengandalkan sumber yang dapat dipercaya, dan menghindari penyebaran rumor yang tidak berdasar.




