Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Pupuk Sriwidjaja (Pusri) kembali menegaskan komitmen dalam rangka memperkuat ekonomi sirkular dengan meluncurkan program Bank Sampah Sehati. Inisiatif ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Program Bank Sampah Sehati menitikberatkan pada tiga pilar utama: pengumpulan sampah terpilah, pemrosesan kembali menjadi bahan baku, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui penjualan produk daur ulang. Melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas setempat, Pusri berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendukung partisipasi aktif warga.
- Pengumpulan Sampah Terpilah: Masyarakat diminta memisahkan sampah organik dan anorganik di sumbernya, kemudian menempatkannya ke dalam wadah khusus yang disediakan oleh program.
- Pengolahan dan Daur Ulang: Sampah yang terkumpul dibawa ke fasilitas pengolahan Pusri, di mana bahan organik diolah menjadi pupuk kompos, sementara bahan anorganik diproses menjadi bahan baku industri.
- Pemberdayaan Ekonomi: Produk hasil daur ulang dijual kembali kepada petani dan pelaku usaha, menciptakan alur pendapatan tambahan bagi komunitas yang terlibat.
Pusri menargetkan replikasi program ini ke wilayah lain di Indonesia. Dengan memperluas jaringan Bank Sampah Sehati, diharapkan dampak positif terhadap lingkungan dapat dirasakan secara lebih luas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui penggunaan pupuk organik hasil kompos.
Selain manfaat lingkungan, inisiatif ini juga berpotensi mengurangi beban biaya pengelolaan sampah bagi pemerintah daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.




