Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | BNI menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman siber dengan meningkatkan literasi keamanan digital bagi nasabah BNIdirect. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus penipuan online yang menargetkan pengguna layanan perbankan digital.
Nasabah diharapkan memahami jenis data pribadi yang harus dijaga kerahasiaannya ketika melakukan transaksi, baik untuk keperluan cash maupun bisnis. Data penting meliputi nomor rekening, password, kode OTP, serta informasi identitas seperti KTP dan nomor telepon.
Untuk memperkuat pertahanan, BNI meluncurkan serangkaian program edukasi, antara lain:
- Penyuluhan daring melalui webinar dan video tutorial.
- Materi panduan keamanan yang dapat diunduh dalam bentuk PDF.
- Pemberitahuan rutin melalui notifikasi aplikasi tentang praktik terbaik.
Berikut contoh data yang harus dijaga kerahasiaannya:
| Jenis Data | Alasan Penting |
|---|---|
| Nomor Rekening | Mencegah akses tidak sah ke akun. |
| Password & PIN | Melindungi otorisasi transaksi. |
| Kode OTP | Verifikasi satu kali, bila bocor dapat disalahgunakan. |
| Data Identitas (KTP, NPWP) | Digunakan untuk pencurian identitas. |
BNI juga menekankan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan nasabah setiap hari:
- Jangan pernah membagikan password atau kode OTP kepada siapapun, termasuk petugas bank.
- Gunakan perangkat yang memiliki sistem operasi terbaru dan aktifkan pembaruan keamanan.
- Aktifkan otentikasi dua faktor pada aplikasi BNIdirect.
- Hindari mengakses layanan perbankan melalui jaringan Wi‑Fi publik yang tidak aman.
- Periksa secara rutin riwayat transaksi dan laporkan aktivitas mencurigakan kepada BNI.
Dengan meningkatkan literasi keamanan digital, diharapkan nasabah BNIdirect dapat bertransaksi dengan lebih aman dan mengurangi potensi kerugian akibat kejahatan siber.







