Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Rupiah Indonesia mengalami pelemahan signifikan, mencapai level Rp 17.407 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Penurunan ini dipicu oleh serangkaian faktor eksternal yang saling terkait.
Berikut ini beberapa penyebab utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah:
- Ketegangan geopolitik global: Konflik di Ukraina, ketidakstabilan di Timur Tengah, serta perselisihan perdagangan internasional meningkatkan ketidakpastian pasar.
- Penurunan produksi minyak: Produksi minyak mentah global mengalami penurunan, yang berimbas pada pergerakan harga komoditas dan aliran modal.
- Kebijakan moneter Amerika Serikat: Kenaikan suku bunga Federal Reserve menarik dana ke aset berbasis dolar, mengurangi likuiditas bagi mata uang emerging market termasuk rupiah.
- Arus keluar modal: Investor asing mengalihkan investasi ke pasar yang dianggap lebih aman, menambah tekanan jual pada rupiah.
- Faktor domestik: Tingginya inflasi, defisit neraca perdagangan, dan cadangan devisa yang terpakai untuk intervensi pasar turut memperlemah nilai tukar.
Berikut ringkasan pergerakan nilai tukar rupiah dalam satu minggu terakhir:
| Hari | Kurs (Rp/USD) |
|---|---|
| Senin | 17.150 |
| Selasa | 17.220 |
| Rabu | 17.300 |
| Kamis | 17.350 |
| Jumat | 17.407 |
Pengamat pasar memperkirakan bahwa rupiah dapat tetap berada di kisaran tersebut selama ketegangan global berlanjut dan kebijakan moneter AS tetap ketat. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar, sekaligus memantau cadangan devisa yang tersedia.
Secara jangka panjang, stabilisasi harga minyak dunia dan penyelesaian konflik geopolitik menjadi faktor kunci yang dapat membantu mengembalikan kepercayaan investor dan menguatkan rupiah.




