Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional akan terus meningkat hingga mencapai puncak pada Juni 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren pertumbuhan lahan sawah, adopsi varietas unggul, serta peningkatan produktivitas per hektar.
Kenaikan produksi beras berdampak positif pada kesejahteraan petani. Nilai tukar hasil panen (NTP) petani pangan Kompak mengalami kenaikan signifikan, mengindikasikan peningkatan pendapatan petani dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Stok beras pemerintah melalui Bulog juga mencatat rekor tertinggi, menandakan kecukupan pasokan dalam negeri dan mengurangi tekanan impor.
| Tahun | Produksi Beras (Juta Ton) | NTP Petani (Rupiah/ton) |
|---|---|---|
| 2024 | 57,3 | 1.200.000 |
| 2025 | 58,5 | 1.260.000 |
| 2026 (Juni) | 59,8 | 1.320.000 |
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menanggapi tudingan bahwa Indonesia belum swasembada beras dengan menegaskan bahwa proyeksi produksi saat ini sudah melebihi kebutuhan domestik. Ia menambahkan bahwa peningkatan NTP petani merupakan bukti bahwa kebijakan kompak berfungsi efektif dalam mendukung kesejahteraan petani.
Para pengamat menyebut bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan kelompok tani. Program subsidi benih, pupuk, serta penyuluhan teknik pertanian modern menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan produktivitas.




