Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | Yusuf Rendy Manilet, kepala Center of Reform on Economics (CORE), menilai kebijakan terbaru pemerintah yang mengintegrasikan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sebagai lapisan tambahan dalam rangka memperkuat ketahanan eksternal Republik Indonesia.
Latar Belakang Kebijakan DHE SDA
DHE SDA merupakan mekanisme pengelolaan devisa yang dihasilkan dari ekspor komoditas strategis, seperti batu bara, mineral, kelapa sawit, dan hasil perikanan. Pemerintah memutuskan untuk menyalurkan sebagian devisa tersebut ke dalam cadangan devisa resmi serta instrumen keuangan yang dapat mendukung stabilitas nilai tukar.
Kontribusi terhadap Ketahanan Eksternal
Respon Industri dan Prospek Kedepannya
Berbagai pelaku industri, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, menyambut baik langkah ini dengan harapan kebijakan fiskal yang lebih stabil akan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan investasi. CORE memperkirakan bahwa dalam jangka menengah, DHE SDA dapat menambah sekitar 5‑7 persen terhadap total cadangan devisa negara.
Secara keseluruhan, kebijakan DHE SDA dipandang sebagai upaya strategis untuk menutup celah antara pemasukan devisa jangka pendek dan kebutuhan likuiditas jangka panjang, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.




