BGN Terima Masukan Masyarakat, 2.213 SPPG Masih Ditangguhkan
BGN Terima Masukan Masyarakat, 2.213 SPPG Masih Ditangguhkan

BGN Terima Masukan Masyarakat, 2.213 SPPG Masih Ditangguhkan

Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa masih terdapat 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum diaktifkan karena statusnya masih ditangguhkan. Pengumuman ini disampaikan setelah menerima sejumlah masukan dan rekomendasi dari masyarakat, organisasi non‑pemerintah, serta pihak terkait di bidang gizi.

Masukan yang diterima mencakup kritik atas proses verifikasi, kebutuhan infrastruktur, serta kesiapan SDM di tingkat daerah. Berdasarkan evaluasi BGN, penundaan aktivasi SPPG disebabkan oleh tiga faktor utama: belum terpenuhinya persyaratan administratif, kurangnya fasilitas pendukung seperti laboratorium gizi, dan belum tersedianya tenaga ahli yang terlatih.

Berikut rangkuman data SPPG per status:

Status Jumlah
Sudah Aktif 1.845
Ditangguhkan 2.213
Dalam Proses Verifikasi 427

BGN menegaskan komitmen untuk mempercepat proses penyelesaian SPPG yang tertunda. Langkah selanjutnya meliputi:

  • Peninjauan kembali dokumen administratif yang belum lengkap.
  • Peningkatan fasilitas laboratorium dan peralatan gizi di wilayah yang membutuhkan.
  • Pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan lokal agar memenuhi standar kompetensi.

Pemerintah daerah diminta untuk berkoordinasi dengan BGN dalam menyiapkan infrastruktur serta sumber daya manusia yang diperlukan. Masyarakat juga diharapkan terus memberikan masukan konstruktif melalui kanal resmi BGN, sehingga proses aktivasi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Dengan percepatan aktivasi SPPG, diharapkan cakupan layanan gizi di seluruh Indonesia akan meningkat, terutama di daerah rawan gizi buruk. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan status gizi anak balita dalam lima tahun ke depan.