Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menegaskan bahwa kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam mempertahankan tren penguatan rupiah serta indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menambahkan bahwa konsistensi langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas fiskal, serta memberikan sinyal yang jelas kepada pasar akan meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.
Beberapa faktor yang menurutnya perlu dikelola secara hati-hati meliputi:
- Pencapaian target inflasi yang berada dalam kisaran yang telah ditetapkan.
- Kebijakan suku bunga yang responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
- Transparansi dalam pelaksanaan reformasi struktural.
- Pengelolaan risiko nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan.
Selain itu, Taufikurahman menyoroti bahwa koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan otoritas terkait harus terus ditingkatkan untuk menghindari sinyal yang kontradiktif. Ia juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar global, terutama dari kebijakan moneter negara maju, dapat menimbulkan tekanan pada rupiah. Oleh karena itu, kebijakan domestik harus cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan dinamika eksternal.
Dengan menjaga kredibilitas kebijakan secara konsisten, diharapkan rupiah dapat terus menguat terhadap mata uang asing, sementara IHSG memperoleh dukungan dari aliran masuk modal yang lebih stabil.




