Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Benjamin Gunawan, ekonom Universitas Islam Sumatera Utara, menilai bahwa langkah transformasi bisnis yang sedang dijalankan Pertamina harus lebih menitikberatkan pada aspek efisiensi operasional. Menurutnya, perubahan struktur organisasi dan diversifikasi usaha tidak akan memberikan hasil optimal bila tidak diiringi dengan pemotongan biaya dan peningkatan produktivitas.
Transformasi yang dilakukan Pertamina mencakup ekspansi ke sektor energi terbarukan, penguatan jaringan distribusi, serta adopsi teknologi digital. Namun, Gunawan menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah menurunkan beban biaya produksi dan operasional yang masih tinggi dibandingkan kompetitor regional.
- Optimalkan rantai pasok: Memperpendek jarak distribusi bahan bakar, memanfaatkan logistik digital, serta mengurangi stok berlebih yang mengikat modal.
- Digitalisasi proses internal: Mengimplementasikan sistem ERP terintegrasi untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat pengambilan keputusan.
- Restrukturisasi biaya: Meninjau kembali kontrak-kontrak jangka panjang, menegosiasikan ulang tarif listrik, serta mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah.
- Pengembangan sumber energi bersih: Mengalihkan investasi ke energi terbarukan dengan model bisnis yang mengutamakan ROI yang realistis.
Gunawan juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan pendapatan, melainkan dari kemampuan perusahaan mengelola biaya secara berkelanjutan. Ia menyarankan agar manajemen Pertamina menetapkan target penghematan yang terukur setiap kuartal, serta melaporkan progresnya secara transparan kepada pemangku kepentingan.
Dengan menempatkan efisiensi sebagai prioritas utama, Pertamina diharapkan dapat meningkatkan daya saing di pasar energi domestik dan internasional, sekaligus menyiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.




