Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang signifikan untuk menjadi tujuan utama relokasi industri global. Menurutnya, kombinasi faktor demografis, geografis, dan kebijakan pemerintah menjadikan negara ini sangat menarik bagi perusahaan asing yang ingin memindahkan atau memperluas operasi produksi.
Berikut beberapa alasan utama yang diungkapkan oleh Astuti:
- Pasar domestik yang besar: Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia menawarkan basis konsumen yang luas, sehingga perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor dan meningkatkan penjualan lokal.
- Lokasi strategis: Terletak di persimpangan jalur perdagangan Asia‑Pasifik, Indonesia menjadi hub logistik alami untuk distribusi barang ke wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, dan bahkan Australia.
- Biaya produksi kompetitif: Upah tenaga kerja relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara maju, sementara produktivitas tenaga kerja terus membaik berkat program pelatihan dan peningkatan keterampilan.
- Kebijakan insentif: Pemerintah telah meluncurkan paket insentif fiskal, termasuk pembebasan pajak daerah, kemudahan perizinan, dan penyediaan lahan industri khusus.
- Infrastruktur yang terus berkembang: Proyek jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jaringan kereta api baru meningkatkan konektivitas antar wilayah, mempermudah rantai pasokan.
Astuti juga menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi sebagai penopang utama kepercayaan investor. “Inflasi yang terkendali, nilai tukar yang relatif stabil, dan kebijakan moneter yang prudent menjadi faktor kunci yang membuat investor merasa lebih aman menanamkan modal di Indonesia,” ujarnya.
Selain faktor-faktor tersebut, ia menyoroti peran pemerintah daerah dalam menyediakan zona ekonomi khusus (KEK) yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti energi bersubsidi dan akses internet berkecepatan tinggi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses penempatan pabrik baru serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Dengan semua elemen tersebut, Astuti yakin Indonesia tidak hanya mampu menarik investasi industri baru, tetapi juga dapat mempertahankan dan memperluas eksistensi perusahaan multinasional yang sudah beroperasi di tanah air.




