Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan mengumumkan pada Rabu bahwa nilai ekspor sektor otomotif menurun selama dua bulan berturut-turut. Penurunan ini menandai tantangan yang dihadapi industri mobil Korea di tengah perlambatan permintaan global.
Data resmi menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2024 nilai ekspor otomotif mencapai US$19,2 miliar, turun 6,3 % dibandingkan Januari yang mencapai US$20,5 miliar. Pada bulan Maret 2024, nilai ekspor kembali menurun menjadi US$18,0 miliar, kembali mencatat penurunan 6,3 % dibandingkan Februari.
| Bulan | Nilai Ekspor (US$ miliar) | Perubahan % |
|---|---|---|
| Januari 2024 | 20,5 | – |
| Februari 2024 | 19,2 | -6,3 |
| Maret 2024 | 18,0 | -6,3 |
Beberapa faktor yang dikaitkan dengan penurunan ini antara lain menurunnya permintaan mobil di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, gangguan pasokan semikonduktor yang masih berlanjut, serta nilai tukar won yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat sehingga membuat harga produk Korea menjadi relatif lebih mahal di pasar luar negeri.
Respons industri
Produsen otomotif terkemuka Korea, termasuk Hyundai Motor dan Kia, menyatakan akan memperkuat strategi diversifikasi pasar dan meningkatkan investasi pada teknologi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik. Kedua perusahaan juga menekankan pentingnya mempercepat rantai pasokan komponen elektronik untuk mengurangi dampak kekurangan chip.
Pengamat ekonomi menilai bahwa penurunan ekspor ini dapat berlanjut jika kondisi ekonomi global tidak membaik. Namun, mereka juga mencatat bahwa upaya pemerintah dalam memberikan insentif bagi ekspor dan dukungan terhadap inovasi teknologi dapat membantu memulihkan momentum dalam jangka menengah.




