Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Jangan Hancurkan Kesepakatan AS-Iran
Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Jangan Hancurkan Kesepakatan AS-Iran

Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Jangan Hancurkan Kesepakatan AS-Iran

Frankenstein45.Com – 05 Juli 2026 | Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, mengeluarkan pernyataan tajam mengenai Israel, menuduh negara tersebut sedang mengalami kecanduan perang yang dapat merusak upaya perdamaian di Timur Tengah. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, di Istanbul, Erdogan menekankan bahwa tanpa dukungan dari negara-negara regional, upaya perdamaian tidak akan berhasil.

“Kami memantau dengan saksama upaya pemerintahan Israel untuk menghancurkan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Israel yang kecanduan perang tidak boleh dibiarkan menenggelamkan wilayah kami dalam bau mesiu dan darah lagi,” katanya pada hari Sabtu (4/7/2026).

Baca juga:

Erdogan menyatakan bahwa kesepakatan yang sedang dibangun antara AS dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan, harus dilindungi agar tidak terganggu oleh tindakan Israel. Kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Dalam konteks ini, delegasi dari AS dan Iran baru-baru ini berkumpul di Qatar untuk melakukan pembicaraan tidak langsung, membahas langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan setelah serangkaian baku tembak yang terjadi baru-baru ini. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa Teheran akan membangun saluran komunikasi dengan Washington untuk melaporkan pelanggaran terhadap MoU tersebut.

Erdogan juga menegaskan bahwa upaya damai di Timur Tengah perlu melibatkan kontribusi semua negara di kawasan, dan bahwa solusi yang tidak melibatkan mereka tidak akan bertahan lama. “Turki berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara sahabat, terutama Pakistan, untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di wilayah ini,” ujarnya.

Baca juga:

Dalam pernyataannya, Erdogan mengecam operasi Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah, yang dinilai sebagai ancaman bagi keamanan regional. Turki, yang merupakan anggota NATO dan memiliki hubungan dekat dengan Iran, terus mengawasi situasi ini dengan cermat.

Sementara itu, di tengah ketegangan yang meningkat, Erdogan juga mengungkapkan harapannya agar semua orang dapat hidup dalam damai dan aman di kawasan tersebut, terlepas dari latar belakang keyakinan mereka. “Kami ingin kawasan di mana semua orang bisa hidup rukun,” tambahnya.

Menariknya, dukungan Erdogan terhadap Iran juga terlihat dalam sikapnya yang tidak ikut campur dalam konflik antara AS dan Iran. Mantan Presiden AS, Donald Trump, bahkan memuji Erdogan karena tidak terlibat dalam konflik tersebut, meskipun ada spekulasi bahwa ia bisa saja mendukung Iran mengingat riwayat ketidakpuasannya terhadap Israel.

Baca juga:

Dengan situasi yang semakin memanas, peringatan Erdogan kepada Israel menggambarkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan, dan pentingnya menjaga kesepakatan yang telah dicapai antara AS dan Iran untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.