ESDM Resmi Teken Kontrak Pembangunan Jaringan Gas Cirebon Tahap 1
ESDM Resmi Teken Kontrak Pembangunan Jaringan Gas Cirebon Tahap 1

ESDM Resmi Teken Kontrak Pembangunan Jaringan Gas Cirebon Tahap 1

Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani kontrak pembangunan jaringan gas bumi di wilayah Cirebon pada tanggal 20 April 2024. Penandatanganan dilakukan dalam sebuah acara yang dihadiri perwakilan pemerintah, perusahaan kontraktor, serta tokoh masyarakat setempat.

Kontrak tersebut melibatkan perusahaan kontraktor nasional terpilih dengan nilai proyek sekitar Rp 1,2 triliun. Proyek jaringan gas tahap pertama ini direncanakan mencakup instalasi pipa utama sepanjang 120 kilometer yang menghubungkan terminal LNG di Pelabuhan Cirebon dengan empat titik distribusi utama di wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka.

Berikut adalah rangkaian kegiatan utama yang akan dilaksanakan selama fase pertama:

  • Pembangunan pipa utama berdiameter 500 mm.
  • Pemasangan jaringan pipa sekunder untuk mendistribusikan gas ke kawasan industri dan permukiman.
  • Pengadaan dan instalasi stasiun kompresor serta sistem kontrol otomatis.
  • Uji kelayakan teknis dan keselamatan sebelum operasional.

Jadwal pelaksanaan direncanakan selama 24 bulan, dimulai pada kuartal III 2024 dan diproyeksikan selesai pada akhir 2026. Target akhir proyek adalah menyediakan gas bumi untuk sekitar 150.000 rumah tangga serta 50.000 tenaga kerja di sektor industri.

Tahapan Periode Target
Persiapan dan perizinan Q3‑2024 Persetujuan lingkungan & lahan
Konstruksi pipa utama Q4‑2024 – Q2‑2025 Penyelesaian 120 km pipa
Instalasi jaringan sekunder Q3‑2025 – Q4‑2025 Distribusi ke 4 titik utama
Uji coba & komisioning Q1‑2026 Pengujian sistem penuh
Operasional komersial Q2‑2026 Pasokan gas ke konsumen

Pelaksanaan jaringan gas ini diharapkan dapat menurunkan ketergantungan wilayah Cirebon pada bahan bakar minyak konvensional, meningkatkan keamanan energi, serta membuka peluang investasi baru di sektor industri berbasis gas. Pemerintah daerah juga menyiapkan program subsidi tarif awal untuk rumah tangga berpendapatan rendah agar dapat merasakan manfaat langsung dari pasokan gas bersih dan lebih terjangkau.

Dengan selesainya tahap pertama, ESDM berencana melanjutkan ekspansi jaringan ke wilayah sekitarnya pada fase berikutnya, sehingga seluruh wilayah Jawa Barat dapat terintegrasi dalam satu sistem pasokan gas bumi nasional.