Fadly Alberto Dihapus dari Timnas Indonesia U-20 Usai Tendangan Kungfu Brutal
Fadly Alberto Dihapus dari Timnas Indonesia U-20 Usai Tendangan Kungfu Brutal

Fadly Alberto Dihapus dari Timnas Indonesia U-20 Usai Tendangan Kungfu Brutal

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Fadly Alberto, pemain muda Bhayangkara, resmi dikeluarkan dari skuad Tim Nasional Indonesia U-20 setelah melakukan tindakan keras yang memicu kontroversi di sebuah laga persahabatan melawan Dewa United U-20. Kejadian tersebut terjadi pada pertengahan pertandingan ketika Fadly melepaskan tendangan bergaya kungfu yang menimpa pemain lawan, menimbulkan cedera ringan dan memicu kemarahan ofisial pertandingan.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Sumardji, memberikan penjelasan resmi pada konferensi pers hari itu. Menurutnya, tindakan Fadly melanggar kode etik dan disiplin yang diterapkan oleh PSSI serta klub. “Kami tidak dapat mentolerir perilaku yang mengancam keselamatan pemain lain,” ujar Sumardji. “Sebagai konsekuensi, Fadly dicoret dari timnas dan akan menjalani sanksi tambahan di level klub.”

Berikut rangkuman langkah disiplin yang dijatuhkan:

  • Pencabutan hak representasi di Tim Nasional Indonesia U-20 selama sisa tahun kompetisi.
  • Denda administratif sebesar Rp150 juta kepada Fadly Alberto.
  • Larangan bermain dalam semua kompetisi resmi PSSI selama tiga bulan ke depan.
  • Keharusan mengikuti program edukasi tentang sportivitas dan kontrol emosi.

Pihak Dewa United U-20 mengonfirmasi bahwa pemain mereka yang terkena tendangan hanya mengalami memar ringan dan tidak memerlukan perawatan medis lanjutan. Namun, klub tersebut menuntut tindakan tegas untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Insiden ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan penggemar sepakbola Indonesia, terutama terkait penggunaan kekerasan dalam pertandingan. Banyak yang menilai bahwa sanksi yang dijatuhkan sudah tepat, sementara sebagian lainnya mengkritik proses penegakan hukum yang dianggap terlalu cepat.

Ke depannya, Fadly Alberto diharapkan dapat memperbaiki perilakunya, memanfaatkan program rehabilitasi yang ditawarkan, dan kembali berkontribusi positif di dunia sepakbola Indonesia.